Infodagang.com, PATI – Aparat keamanan akhirnya membongkar indikasi adanya potensi makar dan ancaman terhadap stabilitas daerah di balik aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Penangkapan tiga pentolan AMPB, termasuk koordinator lapangan dan konten kreator, pada Jumat malam, 31 Oktober 2025, bukan sekadar penindakan terhadap gangguan lalu lintas, melainkan upaya mendesak untuk mencegah eskalasi gerakan pemberontakan pasca batalnya pemakzulan Bupati Pati Sudewo.
Tiga tokoh yang diringkus Supriono alias Botok dan Teguh (koordinator aksi), serta Sutikno alias Paijan Jawi (kreator konten TikTok yang memobilisasi massa).
Mereka diduga kuat merancang tindakan anarkis yang bertujuan melumpuhkan fasilitas publik dan memicu kekacauan, terlepas dari keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati.
Kronologi Aksi Makar dan Bukti Kesiapan Kekerasan
Keputusan Sidang Paripurna DPRD untuk memberikan “kesempatan” kepada Bupati Sudewo, yang dipandang sebagai langkah rekonsiliasi politik, justru disambut dengan perlawanan keras oleh ratusan massa AMPB.
Hal ini menunjukkan bahwa tujuan AMPB melampaui proses konstitusional pemakzulan.




Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE