Infodagang.com, PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, yang menjadi momentum penting pembahasan lanjutan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Tahun Anggaran mendatang.
Setelah kesepakatan antara Eksekutif dan Legislatif tercapai, fokus kini beralih pada perumusan program pembangunan yang strategis dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Dalam rapat yang digelar di Kantor DPRD setempat, Bupati Sudewo menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Pati terhadap tiga pilar utama pembangunan: infrastruktur jalan, penanggulangan banjir, dan rehabilitasi sekolah yang rusak parah.
“PPAS sudah disepakati bersama. Sekarang pembahasannya akan dilanjutkan oleh komisi-komisi di DPRD dan Badan Anggaran (Banggar) untuk menyusun program yang benar-benar berdampak. Prioritas penganggaran kami tetap jelas: memastikan jalan mulus, mengatasi problem banjir menahun, dan memulihkan kondisi sarana pendidikan,” ujar Sudewo.
Skema Pinjaman Daerah: Solusi Percepatan Pembangunan Tanpa Bebani Rakyat
Secara khusus, Bupati Sudewo memaparkan langkah terobosan untuk mengakselerasi pembangunan daerah, yaitu melalui skema pinjaman daerah.
Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat untuk menutup kekurangan anggaran dan mempercepat realisasi proyek yang mendesak.
“Pinjaman daerah ini adalah upaya agar kondisi jalan kita segera baik, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Tujuannya satu: mempercepat pergerakan roda perekonomian,” jelasnya.
Bupati Sudewo menjamin bahwa skema pinjaman ini tidak akan menimbulkan beban sedikit pun bagi masyarakat.
Rencana pembayaran cicilan telah dialokasikan dengan matang dalam APBD, dengan tenor mulai tahun 2027 hingga 2029.
Setiap tahunnya, cicilan yang akan dibayarkan berkisar antara Rp32 miliar hingga Rp33 miliar.
Langkah ini, menurut Sudewo, juga merupakan saran dari Pemerintah Pusat, khususnya Menteri Keuangan, yang mendorong kepala daerah untuk mengambil terobosan demi mempercepat pembangunan di wilayahnya.
Menutup Defisit Anggaran dan Harapan Persetujuan DPRD
Bupati juga mengungkapkan alasan mendesak di balik rencana pinjaman ini. Kabupaten Pati menghadapi penurunan transfer dana dari Pemerintah Pusat sekitar Rp150 miliar.
Pinjaman daerah ini menjadi solusi untuk menutup defisit tersebut dan memastikan program prioritas tetap berjalan.
Sudewo berharap penuh agar DPRD dapat memberikan persetujuan terhadap rencana pinjaman daerah ini, sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan pembangunan yang optimal bagi seluruh warga Pati. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE