Infodagang.com, MAGELANG – Keriuhan perhelatan akbar lari Bank Jateng Borobudur Marathon (BMM) 2025 yang sukses digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Minggu (16/11/2025) pagi, meninggalkan jejak tak hanya di lintasan lari, tetapi juga di denyut nadi perekonomian masyarakat.
Gelaran tahunan yang telah menyandang status Elite Label dari World Athletics (sebelumnya World Olympic) ini sukses menyedot total 11.500 pelari, meningkat 1.000 peserta dibandingkan tahun 2024. Partisipasi masif ini datang dari 38 negara, menegaskan posisi BMM sebagai sport tourism kelas dunia.
Homestay “Cuan” Berkat Antisipasi Jauh Hari
Dampak nyata dari lonjakan partisipasi ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Unfa Agustina, Pengelola homestay Sandyakala di Dusun Brongkol, Borobudur, menjadi salah satu saksi.
“Saya pelaku usaha penginapan merasa sangat diuntungkan. Dengan adanya event Borobudur Marathon, omzet kami makin ‘cuan’,” ungkap Unfa.
Unfa menceritakan bagaimana BMM bahkan menjadi faktor pemicu pembangunan usahanya.
Menjelang Borobudur Marathon 2023, meskipun homestay dengan tiga kamar deluxe-nya baru setengah jadi, pesanan menginap sudah membanjir, bahkan datang sejak enam bulan sebelum hari H.
“Itu yang memacu kami mempercepat pembangunan. Kalau tidak ada event ini, mungkin saja homestay belum selesai pada saat itu,” kenangnya.
Sandyakala kini telah sukses melayani peserta BMM selama tiga tahun berturut-turut hingga 2025, menunjukkan bagaimana antisipasi jauh hari dari pelari menciptakan permintaan yang stabil bagi akomodasi lokal.
Perputaran Ekonomi Diprediksi Lampaui Rp73,9 Miliar
Perputaran roda ekonomi yang signifikan ini diperkuat oleh data. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memprediksi perputaran uang tahun ini akan jauh melampaui capaian tahun 2024 sebesar Rp73,9 miliar.
“Kenaikan 1.000 peserta tentu akan mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar lagi di kawasan ini. Kami ingin event ini benar-benar menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi regional,” tegas Sumarno.
Prediksi ini didasarkan pada tren kenaikan ekonomi BMM yang konsisten:
-
2017: Rp1,5 miliar
-
2018: Rp26,5 miliar
-
2019: Rp30,5 miliar
-
2023: Rp61,6 miliar
-
2024: Rp73,9 miliar
Panggung Khusus untuk UMKM Magelang
Dukungan terhadap ekonomi kerakyatan juga terlihat dari keterlibatan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam area penyelenggaraan.
Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menjelaskan bahwa ajang ini memfasilitasi 66 UMKM Magelang yang terangkum dalam program Bank Jateng Pawone (kuliner) dan Berdikari (kerajinan/fesyen).
“Ada 46 UMKM Berdikari dan 20 UMKM Pawone yang kita satukan. Kami memastikan dampak positif BMM tidak hanya dinikmati oleh pelari dan sektor akomodasi besar, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Magelang,” jelas Irianto.
Dengan suksesnya BMM 2025, event ini membuktikan diri bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah agenda pariwisata terpadu yang mampu menggerakkan sektor konsumsi, transportasi, penginapan, hingga industri kreatif UMKM, menjadikan Borobudur sebagai pusat sport tourism dengan dampak ekonomi berkelanjutan. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE