Infodagang.com – Perusahaan infrastruktur internet raksasa, Cloudflare, mengalami outage signifikan pada hari Selasa, memicu disrupsi global yang melumpuhkan sejumlah platform digital terkemuka.
Insiden ini kembali menyoroti kerentanan ekosistem internet modern yang sangat bergantung pada segelintir penyedia layanan jaringan inti.
Layanan yang dilaporkan mengalami gangguan massal termasuk ChatGPT milik OpenAI, platform e-commerce Shopify, dan platform media sosial X (sebelumnya Twitter) milik Elon Musk.
Laporan ini dikonfirmasi oleh Downdetector, meskipun situs pemantau outage tersebut juga sempat tidak dapat diakses oleh beberapa pengguna.
Halaman status OpenAI mengindikasikan bahwa aplikasi utamanya, ChatGPT, dan aplikasi video pendek Sora mengalami masalah operasional yang disebabkan oleh “isu pada salah satu penyedia layanan pihak ketiga kami,” mengacu langsung pada masalah di jaringan Cloudflare.
Lonjakan Lalu Lintas Anomali Jadi Pemicu
Juru bicara Cloudflare mengumumkan bahwa masalah dimulai sekitar pukul 06.20 pagi Waktu Bagian Timur (ET), ketika mereka mengamati “lonjakan lalu lintas yang tidak biasa (spike in unusual traffic)” menuju salah satu layanan vital perusahaan.
“Lonjakan ini menyebabkan terjadinya error pada sebagian lalu lintas yang diarahkan melalui jaringan kami,” jelas juru bicara tersebut. “Kami belum bisa menentukan akar penyebab (root cause) dari lonjakan traffic anomali ini dan saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya (all hands on deck) untuk memulihkan layanan secepatnya.”
Pada pembaruan terakhir yang diposting di halaman status Cloudflare pada pukul 08.35 pagi ET, perusahaan mengklaim sedang “berupaya memulihkan layanan” secara bertahap.
Dampak Ekonomi dan Konteks Industri
Signifikansi outage ini terletak pada peran Cloudflare sebagai CDN (Content Delivery Network) dan penyedia solusi keamanan siber.
Perangkat lunak mereka bertanggung jawab mengelola dan mengamankan lalu lintas data untuk diperkirakan 20% dari keseluruhan lalu lintas web global.
Layanan inti Cloudflare mencakup perlindungan esensial terhadap serangan Distributed Denial of Service (DDoS), yang bertujuan melumpuhkan situs dengan membanjirinya dengan permintaan traffic artifisial.
Dampak pasar pun langsung terasa. Saham Cloudflare (ticker: NET) merosot lebih dari 5% dalam perdagangan premarket menyusul pemberitaan ini.
Insiden ini menambah daftar panjang kegagalan infrastruktur teknologi global dalam beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, Amazon Web Services (AWS) mengalami disrupsi seharian penuh kurang dari sebulan lalu, diikuti oleh pemadaman layanan cloud Azure dan 365 milik Microsoft.
Lebih jauh ke belakang, pada Juli 2024, upgrade perangkat lunak yang bermasalah dari perusahaan cybersecurity CrowdStrike menyebabkan pemadaman luas yang sempat melumpuhkan penerbangan dan layanan keuangan. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE