Akibat Kurang Tack Coat, Jalan Kabupaten di Jepara Rusak dalam Hitungan Hari
0:00
--:--
Akibat Kurang Tack Coat, Jalan Kabupaten di Jepara Rusak dalam Hitungan Hari
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Akibat Kurang Tack Coat, Jalan Kabupaten di Jepara Rusak dalam Hitungan Hari

X
Akibat Kurang Tack Coat, Jalan Kabupaten di Jepara Rusak dalam Hitungan Hari
Baca 10 detik
  • Jalan baru diperbaiki di Jepara rusak lagi hanya dalam hitungan hari.
  • Kerusakan diindikasikan akibat pengerjaan asal jadi dan kurangnya lapisan perekat.
  • Proyek tanpa papan informasi menyulitkan pengawasan publik dan transparansi.

Infodagang.com, JEPARA – Kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Jepara kembali menjadi sorotan tajam. Proyek pengaspalan di Jalan Raya Batealit–Bangsri, tepatnya di RT 07/RW 02 Desa Bantrung (depan pabrik mebel Jati Lawas), menuai kritik keras dari masyarakat.

Pasalnya, jalan yang baru selesai diperbaiki dalam hitungan hari tersebut sudah kembali rusak dan terkelupas pada Rabu (26/11/2025).

Dugaan Pengerjaan Asal Jadi

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keheranannya terhadap pengerjaan proyek tersebut.

Ia menilai kerusakan dini ini tidak wajar jika pengerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis (spek).

“Saya merasa aneh dengan pengerjaan proyek ini. Belum ada seminggu, aspal sudah rusak lagi. Kalau dilihat di lokasi, sepertinya tidak ada penyiraman aspal cair (tack coat) yang cukup sebagai perekat,” ungkap sumber tersebut dengan nada kecewa.

Ia menganalisis, kerusakan ini bisa jadi disebabkan oleh pembersihan permukaan jalan lama yang tidak maksimal sebelum dilapisi, atau pengerjaan yang dipaksakan saat kondisi cuaca tidak mendukung, seperti saat hujan turun.

Padahal, jalur ini merupakan jalan kabupaten yang sangat vital dengan intensitas lalu lintas padat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Indikasi “Stripping” dan Minim Transparansi

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan yang terjadi mengarah pada fenomena stripping, yakni terkelupasnya lapisan permukaan akibat lemahnya ikatan antara aspal dan agregat batu.

Kondisi ini umumnya terjadi karena kurangnya lapisan perekat (tack coat) atau pengaruh air yang terjebak di antara lapisan, membuat aspal semen kehilangan daya rekatnya.

Kritik terhadap proyek ini kian tajam karena tidak ditemukannya papan informasi proyek di sekitar lokasi.

Ketiadaan papan nama ini membuat publik kesulitan mengawasi siapa kontraktor pelaksana, berapa nilai anggaran, dan berapa lama tenggat waktu pengerjaan, sehingga menimbulkan kesan “proyek siluman”. (red)

Advertisement

Next Article

Terdeteksi di Selat Malaka, Siklon Tropis Senyar Picu Potensi Hujan Ekstrem

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.