Infodagang.com, SEMARANG – Wamentan Sudaryono menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam Gala Dinner Tani Merdeka di Gradhika Bakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/11/25) malam, Wamentan Sudaryono meminta para petani untuk berani menyuarakan kebenaran atas manfaat kebijakan yang telah mereka rasakan.
Wamentan yang akrab disapa Mas Dar ini mengungkapkan bahwa dalam setahun pemerintahan, langkah konkret telah diambil untuk memperkuat posisi petani dan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
“Selama setahun pemerintahan Pak Prabowo, sudah begitu banyak kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani. Pupuk dicukupkan, distribusi diperbaiki, harga diturunkan, irigasi direvitalisasi, hingga berbagai instruksi Presiden dikeluarkan demi memperkuat sektor pangan,” kata Mas Dar, putra asli petani dari Grobogan, Jawa Tengah.
3 Kebijakan Kunci untuk Petani Sejahtera
Pemerintah berkomitmen penuh memperkuat sektor pertanian melalui tiga kebijakan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan petani.
Pemenuhan dan Perbaikan Distribusi Pupuk Bersubsidi Wamentan Sudaryono menekankan bahwa kuota pupuk bersubsidi telah dipenuhi kembali.
Distribusi dibenahi dari sistem yang berbelit menjadi lebih sederhana dan cepat sampai ke tangan petani. Bahkan, harga pupuk resmi tercatat turun hingga 20 persen dalam beberapa minggu terakhir.
Revitalisasi Total Sistem Irigasi Nasional Saat ini, revitalisasi irigasi telah dipermudah melalui instruksi Presiden.
Kewenangan perbaikan tidak lagi terpecah, memungkinkan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dapat memperbaiki semua jenis irigasi tanpa hambatan birokrasi.
“Kalau bupati tidak perbaiki, Presiden yang perbaiki. Maka sekarang hampir seluruh irigasi di Indonesia masuk tahap revitalisasi,” tambah Sudaryono.
Fokus Peningkatan Produksi dan Kesejahteraan Petani Fokus utama Presiden Prabowo adalah peningkatan produksi dan kesejahteraan.
“Kalau pupuk lancar, air lancar, produksi naik, maka petani sejahtera. Sesederhana itu,” tegas Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia tersebut.
Menanggapi kritik, Wamentan Sudaryono meminta anggota Tani Merdeka untuk aktif memperjuangkan kebijakan yang sudah benar.
“Kalau menurut Anda kebijakan Presiden ini sudah benar, maka Anda harus bersuara. Jangan sampai orang yang benci bersuara lebih keras daripada petani yang merasakan manfaatnya,” tegasnya, seraya mengapresiasi Tani Merdeka sebagai gerakan akar rumput yang lahir dari kelompok tani di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti pentingnya peran Jateng yang surplus beras dan jagung, serta mendominasi komoditas hortikultura. Ia menekankan bahwa ini adalah hasil kerja kolaboratif.
Gubernur Luthfi juga mendorong pembentukan SK Kecamatan Berdaya untuk menarik investasi dan mengembangkan petani milenial.
“Kita ingin para pemuda kembali ke desa sebagai petani modern, bukan menjauhi pertanian seperti generasi sebelumnya. Program-program pertanian akan terus kita siapkan agar benar-benar menarik bagi anak muda,” tutup Luthfi, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE