Infodagang.com, PATI – Harga tembakau di Kabupaten Pati menunjukkan tren fluktuatif, namun secara umum harga jualnya dianggap masih menjanjikan bagi para petani.
Meskipun demikian, pada musim panen tahun ini, sebagian petani mengeluhkan adanya penurunan harga dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, harga tembakau di tingkat petani sangat bervariasi, bergantung pada kualitas atau grade tembakau.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dispertan Pati, Sugiharto, mengungkapkan bahwa harga tembakau yang diterima petani saat ini berkisar antara Rp30.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
Petani di Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Eko Novin, menjelaskan lebih rinci tentang variasi harga berdasarkan posisi daun pada batang tembakau:
- Grade Filler (F): Daun bagian bawah, harganya sekitar Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
- Grade Premium (P): Daun bagian tengah, harganya sekitar Rp40.000 per kilogram.
- Grade S: Daun bagian atas, kualitas tertinggi dengan harga mencapai Rp42.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Namun, beberapa petani, seperti Zaenal Abidin dari Desa Mantingan, Kecamatan Jaken, menyatakan bahwa harga tembakau pada musim panen kali ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Ia menyebutkan, harga tembakau saat ini berkisar antara Rp35.000 hingga Rp42.000 per kilogram, lebih rendah dari harga tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp40.000 hingga Rp48.000 per kilogram.
Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh kualitas panen yang kurang maksimal akibat serangan hama dan cuaca kemarau basah yang memengaruhi proses pengeringan.
Meskipun harga turun, para petani di Pati tetap antusias menanam tembakau. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati menunjukkan bahwa luas lahan tanam tembakau terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2024, luas lahan tembakau melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 856 hektare, dibandingkan tahun 2023 yang seluas 376 hektare.
Peningkatan ini menunjukkan potensi besar tembakau di Pati sebagai komoditas pertanian yang menjanjikan.
Banyak petani di Pati, terutama di Kecamatan Jaken, menjalin kemitraan dengan perusahaan pengolah tembakau seperti PT Sadhana Arifnusa yang berada di Rembang.
Kemitraan ini membantu petani dalam menjual hasil panennya sehingga tidak kesulitan mencari pembeli.
Secara keseluruhan, meskipun harga tembakau sempat mengalami penurunan pada musim panen ini, harga jualnya masih dinilai menguntungkan.
Hal ini mendorong perluasan lahan tanam tembakau dan menjadikan komoditas ini sebagai salah satu andalan ekonomi bagi petani di Kabupaten Pati. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE