Menilik Harga Tembakau Kualitas Super di Pati, Capai Rp45 Ribu per Kg
0:00
--:--
Menilik Harga Tembakau Kualitas Super di Pati, Capai Rp45 Ribu per Kg
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Bisnis

Menilik Harga Tembakau Kualitas Super di Pati, Capai Rp45 Ribu per Kg

X
Menilik Harga Tembakau Kualitas Super Di Pati Capai Rp45 Ribu Per Kg
Baca 13 detik
  • Harga tembakau Pati fluktuatif namun menjanjikan, meski sebagian petani keluhkan penurunan harga.
  • Harga tembakau bervariasi Rp30.000-Rp45.000/kg, tergantung kualitas atau grade daun.
  • Meski harga turun, luas lahan tembakau Pati melonjak dua kali lipat, petani tetap antusias.

Infodagang.com, PATI – Harga tembakau di Kabupaten Pati menunjukkan tren fluktuatif, namun secara umum harga jualnya dianggap masih menjanjikan bagi para petani.

Meskipun demikian, pada musim panen tahun ini, sebagian petani mengeluhkan adanya penurunan harga dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, harga tembakau di tingkat petani sangat bervariasi, bergantung pada kualitas atau grade tembakau.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dispertan Pati, Sugiharto, mengungkapkan bahwa harga tembakau yang diterima petani saat ini berkisar antara Rp30.000 hingga Rp38.000 per kilogram.

Petani di Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Eko Novin, menjelaskan lebih rinci tentang variasi harga berdasarkan posisi daun pada batang tembakau:

  • Grade Filler (F): Daun bagian bawah, harganya sekitar Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
  • Grade Premium (P): Daun bagian tengah, harganya sekitar Rp40.000 per kilogram.
  • Grade S: Daun bagian atas, kualitas tertinggi dengan harga mencapai Rp42.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Namun, beberapa petani, seperti Zaenal Abidin dari Desa Mantingan, Kecamatan Jaken, menyatakan bahwa harga tembakau pada musim panen kali ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Ia menyebutkan, harga tembakau saat ini berkisar antara Rp35.000 hingga Rp42.000 per kilogram, lebih rendah dari harga tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp40.000 hingga Rp48.000 per kilogram.

Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh kualitas panen yang kurang maksimal akibat serangan hama dan cuaca kemarau basah yang memengaruhi proses pengeringan.

Meskipun harga turun, para petani di Pati tetap antusias menanam tembakau. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati menunjukkan bahwa luas lahan tanam tembakau terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2024, luas lahan tembakau melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 856 hektare, dibandingkan tahun 2023 yang seluas 376 hektare.

Peningkatan ini menunjukkan potensi besar tembakau di Pati sebagai komoditas pertanian yang menjanjikan.

Banyak petani di Pati, terutama di Kecamatan Jaken, menjalin kemitraan dengan perusahaan pengolah tembakau seperti PT Sadhana Arifnusa yang berada di Rembang.

Kemitraan ini membantu petani dalam menjual hasil panennya sehingga tidak kesulitan mencari pembeli.

Secara keseluruhan, meskipun harga tembakau sempat mengalami penurunan pada musim panen ini, harga jualnya masih dinilai menguntungkan.

Hal ini mendorong perluasan lahan tanam tembakau dan menjadikan komoditas ini sebagai salah satu andalan ekonomi bagi petani di Kabupaten Pati. (red)

Advertisement

Next Article

Bupati Sudewo Pimpin Aksi Mageri Segoro, 90 Ribu Mangrove Ditanam Jadi Benteng Baru Pesisir Utara

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.