Infodagang.com, PATI – Pelaksanaan turnamen sepak bola bergengsi, Liga Desa se-Kabupaten Pati, tengah menjadi buah bibir.
Sayangnya, bukan karena prestasi gemilang, melainkan munculnya isu miring terkait integritas kompetisi yang mencederai semangat sportivitas grassroots.
Berdasarkan investigasi di lapangan, muncul keberatan serius mengenai keabsahan pemain di salah satu tim peserta.
Sebanyak lima pemain diduga kuat bukan merupakan warga asli maupun berdomisili di desa yang mereka wakili.
Dugaan Pemain “Impor” di Lapangan Hijau
Kejanggalan ini mencuat setelah identitas kelima pemain tersebut asing bagi warga setempat dan tim lawan.
Padahal, marwah Liga Desa seharusnya menjadi ajang pembinaan atlet lokal asli dari desa masing-masing.
Ironisnya, meski dugaan pelanggaran ini sudah mencuat, panitia pelaksana dituding melakukan pembiaran.
Alih-alih melakukan pengecekan ulang terhadap KTP atau dokumen domisili secara ketat sesuai regulasi, panitia justru dikabarkan tetap mengizinkan mereka bertanding.
“Sangat disayangkan, ditemukan ada lima pemain yang tidak dikenal sebagai warga desa tersebut. Namun, panitia seolah menutup mata dan membiarkan pertandingan tetap berjalan sekitar 20 menit, seolah tidak ada masalah,” ungkap salah satu pihak yang merasa dirugikan, Jumat (2/1/2026).
Tuntutan Transparansi dan Sanksi Diskualifikasi
Menanggapi carut-marut ini, para pegiat sepak bola di Kabupaten Pati mendesak Askab PSSI Pati untuk turun tangan. Beberapa tuntutan utama yang disuarakan antara lain:
-
Verifikasi Dokumen Transparan: Pemeriksaan fisik dokumen kependudukan seluruh pemain secara terbuka sebelum laga dimulai.
-
Sanksi Diskualifikasi: Memberikan sanksi tegas bagi tim yang terbukti menggunakan pemain “impor” atau tidak sah sesuai rule of the game.
-
Evaluasi Panitia: Melakukan audit kinerja terhadap panitia pelaksana yang dinilai tidak tegas dalam menegakkan aturan.
Masyarakat berharap Liga Desa Pati tetap menjadi wadah sehat untuk menjaring bibit unggul asli daerah, bukan sekadar ajang berburu trofi dengan cara yang tidak sportif.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak Panitia Pelaksana Liga Desa se-Kabupaten Pati untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut terkait tudingan pembiaran tersebut. (Red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE