Kontrak Life of Mine Rp10,5 Triliun, Prospek Saham DEWA Kian Cerah
0:00
--:--
Kontrak Life of Mine Rp10,5 Triliun, Prospek Saham DEWA Kian Cerah
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Market

Kontrak Life of Mine Rp10,5 Triliun, Prospek Saham DEWA Kian Cerah

X
Kontrak Life of Mine Rp10,5 Triliun, Prospek Saham DEWA Kian Cerah

Infodagang.com, JAKARTA – Emiten jasa pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), resmi memperkuat fundamental bisnisnya melalui penandatanganan perjanjian perpanjangan kontrak jumbo senilai Rp10,5 triliun.

Kontrak ini diperoleh dari anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yakni PT Arutmin Indonesia.

Kerja sama strategis ini mencakup dua proyek besar milik Arutmin, yaitu Proyek Pertambangan Kintap dan Proyek Pertambangan Asam Asam.

Langkah ini diprediksi menjadi katalis positif bagi performa keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Skema Kontrak ‘Life of Mine’

Manajemen DEWA menjelaskan bahwa jangka waktu perpanjangan kontrak untuk kedua proyek tersebut menggunakan skema life of mine (seumur tambang).

Hal ini memberikan kepastian operasional dan aliran pendapatan (revenue stream) yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Berdasarkan rincian kontrak, estimasi volume pekerjaan yang akan dilakukan adalah:

Peningkatan Kapasitas Operasional

Sebelumnya, DEWA mencatatkan rata-rata volume produksi tahunan di proyek Asam Asam sebesar 17,3 juta BCM untuk overburden dan 3,8 juta ton batu bara.

Sementara itu, proyek Kintap mencatatkan rata-rata 25,3 juta BCM overburden dan 3,8 juta ton batu bara per tahun.

Dengan kontrak baru ini, efisiensi dan utilisasi alat berat perseroan diharapkan dapat meningkat, mengingat skala produksi yang besar dan jangka waktu kontrak yang bersifat permanen hingga cadangan tambang habis.

Dampak Terhadap Kinerja Saham DEWA

Pengumuman kontrak senilai Rp10,5 triliun ini menjadi angin segar bagi para pemegang saham.

Secara fundamental, kontrak ini memberikan visibility pendapatan yang sangat jelas di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Sinergi di dalam ekosistem Grup Bakrie dan mitra strategisnya kian solid, di mana DEWA bertindak sebagai kontraktor utama bagi tambang-tambang milik BUMI.

Para analis memproyeksikan perolehan ini akan memperkuat posisi kas dan memperbaiki struktur neraca perseroan pada tahun buku 2026. (red)

Advertisement

Next Article

Terjerat Dua Kasus, Sudewo Jadi Tersangka Suap DJKA dan Jual Jabatan

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.