Infodagang.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan pada pembukaan pekan ini, Senin (20/10).
Koreksi tajam yang menutup perdagangan pekan lalu, di mana IHSG ambrol hingga menyentuh level 7.915, mengindikasikan bahwa sentimen negatif global masih menjadi biang keladi utama.
Analis melihat bahwa pelemahan masif yang terjadi di bursa global, terutama Wall Street, ditambah dengan aksi net sell investor asing di pasar reguler BEI, telah menghilangkan momentum rebound yang sempat dibangun.
Investor kini berada dalam mode wait and see sambil mencermati perkembangan geopolitik serta data ekonomi AS, seperti tingkat inflasi dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Analisis Teknikal: Menguji Batas Pertahanan
Secara teknikal, ambruknya IHSG di bawah level psikologis 8.000 menjadi sinyal bearish yang kuat.
Titik support yang saat ini menjadi perhatian krusial investor berada pada kisaran 7.855–7.880.
Area ini merupakan zona pertahanan teknikal yang penting, termasuk penutupan gap sebelumnya serta level Fibonacci Retracement (FR) 61,8%.
“Penembusan level 8.000 menjadi pukulan telak. Jika support di 7.855 tidak mampu menahan tekanan jual, maka potensi koreksi lebih dalam menuju area 7.700 hingga 7.750 sangat terbuka,” ujar Kepala Riset sebuah sekuritas terkemuka.
Ia menambahkan, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang mulai menunjukkan histogram berwarna merah semakin memperkuat proyeksi pelemahan.
Sentimen Pasar: Tekanan Global dan Aksi Profit Taking
Tekanan global datang dari berbagai arah, mulai dari kekhawatiran atas data ekonomi Tiongkok, ketegangan perdagangan AS-Tiongkok, hingga isu stabilitas perbankan regional di AS.
Di pasar domestik, koreksi tajam juga dipicu oleh aksi profit taking besar-besaran, terutama pada saham-saham big-cap dan konglomerasi yang telah mencatatkan kenaikan signifikan sebelumnya.
Meskipun demikian, beberapa analis mencatat adanya peluang selective buying (pembelian selektif) pada saham-saham dengan fundamental kuat yang kini harganya terdiskon (undervalued).
| Indikator | Level | Keterangan |
| Support Kuat | 7.855 | Batas bawah yang perlu dicermati, jika jebol berpotensi koreksi lebih dalam. |
| Resistance Terdekat | 8.000 | Level psikologis yang kini berubah menjadi resistensi kuat. |
| Rentang Perdagangan | 7.850 – 8.020 | Diprediksi bergerak bearish dalam rentang yang ketat. |
Rekomendasi Investor:
Para investor disarankan untuk tetap cermat dan tidak panik.
Strategi buy on weakness dapat diterapkan, namun hanya pada saham-saham pilihan yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan tahan banting terhadap gejolak global (defensif stocks).
Disarankan untuk mencermati saham di sektor konsumer primer (FMCG) dan kesehatan yang cenderung stabil, serta saham komoditas tertentu yang diuntungkan dari pelemahan Rupiah. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE