Infodagang.com, BOJONEGORO – Kekosongan kursi Kepala Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, kini melampaui batas kewajaran administrasi.
Hingga penghujung Oktober 2025, proses Pergantian Antar Waktu (PAW) yang seharusnya berjalan cepat demi normalisasi pelayanan, justru terhenti misterius.
Situasi ini bukan lagi soal kelambatan birokrasi, melainkan semakin menguatnya dugaan adanya skenario politik yang tersusun rapi untuk menyandera jabatan strategis di desa penghasil minyak ini.
Jejak Bungkam Camat dan Bau Politik
Sorotan tajam diarahkan pada Pemerintah Kecamatan Ngasem. Camat Ngasem, Iwan Sopian, ST., MM, memilih jalur senyap yang provokatif.
Upaya konfirmasi berulang kali mulai dari pesan WhatsApp, panggilan telepon, hingga kunjungan langsung ke ruang kerjanya semuanya dimentahkan dengan sikap bungkam total.
Keengganan Camat Ngasem untuk memberikan penjelasan justru mempertebal keyakinan publik: ada informasi sensitif yang sengaja disembunyikan.
“Ini bukan kelalaian, ini kesengajaan. Camat tahu betul, desa lain seperti Setren sudah tancap gas. Sikap bungkamnya hanya menguatkan dugaan bahwa dia terlibat atau setidaknya tahu siapa yang bermain di balik layar,” ujar seorang sumber yang sangat dekat dengan lingkaran Desa Bandungrejo, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.





Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE