Infodagang.com, SEMARANG – Kesuksesan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 yang berhasil meraih predikat Elite Label dari World Athletics bukan menjadi akhir, melainkan awal dari ambisi besar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur Ahmad Luthfi kini mencanangkan visi menjadikan Jawa Tengah sebagai “Ikon Marathon Dunia” melalui peluncuran Marathon Series yang unik dan berstandar internasional.
Gubernur Luthfi menyebut Borobudur Marathon sebagai ‘trigger’ atau pemicu bagi lahirnya event-event lari lain yang memanfaatkan keragaman geografis dan pariwisata Jawa Tengah.
“Borobudur Marathon telah membawa kita ke kelas dunia. Sekarang, kita harus memastikan momentum ini berlanjut dengan menciptakan marathon series yang terjadwal. Ini bukan hanya tentang olahraga, tapi juga mengoptimalkan pariwisata dan ekonomi lokal,” ujar Luthfi.
Empat Konsep Unik untuk Sport Tourism
Konsep Marathon Series ini didesain secara tematik, mengintegrasikan tantangan lari dengan keindahan alam Jawa Tengah. Empat konsep utama yang diusulkan adalah:
-
Moon Marathon & Night Marathon: Memanfaatkan suasana malam hari, menawarkan pengalaman lari yang berbeda di bawah cahaya bulan atau gemerlap lampu kota, sekaligus menghindari panas di siang hari.
-
Beach Marathon: Berfokus pada rute di kawasan pesisir dan pantai, memberikan tantangan lari di medan unik sambil menampilkan potensi pariwisata bahari.
-
Mountain Marathon: Dirancang sebagai ajang trail running yang ekstrem, menantang pelari melintasi jalur pegunungan yang ikonik di Jawa Tengah, seperti di sekitar Merbabu, Lawu, atau Dieng.
Visi ini sejalan dengan dorongan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erik Thohir, yang berharap Indonesia dapat memiliki Marathon Series kelas dunia yang terpadu.
Pencanangan Marathon Series ini memiliki tujuan strategis yang jelas, yakni untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggerakkan ekonomi secara merata di berbagai kabupaten/kota.
Dengan adanya jadwal event internasional yang beragam sepanjang tahun, diharapkan kunjungan wisatawan olahraga, perputaran akomodasi, dan penjualan produk UMKM dapat terus meningkat.
“Kita tidak ingin kemajuan ekonomi hanya terpusat di satu titik. Dengan series ini, setiap wilayah dengan potensi uniknya—baik itu pegunungan, pantai, maupun kota—akan mendapatkan giliran menjadi tuan rumah ajang kelas dunia,” tutup Luthfi, menandaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai destinasi Sport Tourism yang tak tertandingi di Asia. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE