Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Eri Cahyadi: Usut Tuntas, Tak Ada Ampun
0:00
--:--
Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Eri Cahyadi: Usut Tuntas, Tak Ada Ampun
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Eri Cahyadi: Usut Tuntas, Tak Ada Ampun

X
Ilustrasi berita: Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Eri Cahyadi: Usut Tuntas, Tak Ada Ampun - Sawila.id
Baca 12 detik
  • Wali Kota Surabaya tindak tegas anarkisme perobohan rumah lansia di Dukuh Kuwukan.
  • Pemkot bentuk Satgas Anti-Preman & berkoordinasi dengan Polda terkait penegakan hukum.
  • Fokus utama Pemkot adalah pemulihan psikis korban lansia serta imbauan ketenangan warga.

Infodagang.com, SURABAYA – Tindakan anarkis perobohan rumah milik seorang lansia, Elina Widjajanti (80), di kawasan Dukuh Kuwukan memantik reaksi keras dari Pemerintah Kota Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa kasus yang diduga melibatkan oknum organisasi masyarakat (ormas) ini menjadi atensi prioritas untuk diselesaikan lewat jalur hukum.

Eri memastikan tidak ada ruang bagi aksi premanisme di Kota Pahlawan. Ia menekankan bahwa penegakan hukum akan berjalan tanpa kompromi demi melindungi rasa aman warga.

Respons Cepat Sebelum Viral

Menanggapi video perusakan yang beredar luas, Eri mengklarifikasi bahwa pemerintah setempat sebenarnya telah bertindak cepat.

“Kasus ini sudah dalam penanganan Polda Jawa Timur. Laporan sudah masuk melalui pihak kecamatan bahkan sebelum videonya viral di media sosial. Saya pribadi akan berkoordinasi langsung dengan Polda untuk memastikan kasus ini mendapat atensi khusus,” tegas Eri, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, sanksi tegas mutlak diperlukan. Jika intimidasi terhadap lansia dibiarkan, hal tersebut akan mencederai kepercayaan publik terhadap keamanan kota.

Bentuk Satgas Anti-Preman

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tak terulang, Pemkot Surabaya menginisiasi pembentukan Satgas Anti-Preman. Satuan tugas ini akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, serta tokoh lintas suku dan agama.

“Kami siapkan markas khusus di lingkungan Pemkot Surabaya untuk Satgas ini. Surabaya harus aman. Siapapun yang mempraktikkan premanisme akan kami tindak tegas dan bersihkan dari kota ini,” ujar mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut.

Selain itu, Eri berencana mengumpulkan seluruh pimpinan ormas dan tokoh adat pada momen pergantian tahun atau awal Januari 2026. Forum ini bertujuan menyatukan visi menjaga kondusivitas kota tanpa memandang latar belakang suku.

Pemulihan Trauma Korban

Di sisi lain, nasib Nenek Elina menjadi fokus utama penanganan dampak sosial. Pemkot Surabaya tengah melakukan asesmen menyeluruh, tidak hanya terkait bantuan fisik atau tempat tinggal, tetapi juga pemulihan psikologis korban.

“Fokus utama adalah kondisi psikis beliau. Kami ingin memastikan korban pulih dari trauma. Surabaya boleh menjadi kota metropolitan, tapi empati dan semangat gotong royong menjaga tetangga tidak boleh hilang,” imbuhnya.

Menutup keterangannya, Eri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing melakukan aksi balasan. Ia meminta warga mempercayakan sepenuhnya proses keadilan kepada aparat kepolisian yang tengah bekerja. (red)

Advertisement

Next Article

Aksi Heroik Satpol PP Surabaya Sergap Pencuri Motor via Pantauan CCTV

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.