Refleksi Akhir Tahun 2025: Sudewo Ajak Warga Pati Satu Napas Bangun Daerah
0:00
--:--
Refleksi Akhir Tahun 2025: Sudewo Ajak Warga Pati Satu Napas Bangun Daerah
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Refleksi Akhir Tahun 2025: Sudewo Ajak Warga Pati Satu Napas Bangun Daerah

X
Ilustrasi berita: Refleksi Akhir Tahun: Sudewo Ajak Warga Pati Satu Napas Bangun Daerah - Sawila.id
Baca 12 detik
  • Pati sambut Tahun Baru tanpa pesta, fokus pada pemantauan keamanan & doa lintas agama.
  • 1.200 personel disiagakan, pesta kembang api ditiadakan sebagai wujud empati bencana.
  • Bupati ajak "satu tarikan napas" demi persatuan dan pembangunan Pati di tahun 2026.

Infodagang.com, PATIPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memilih pendekatan berbeda dalam menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026.

Alih-alih menggelar pesta pora, malam pergantian tahun di Bumi Mina Tani dilalui dengan suasana khidmat melalui pemantauan keamanan ketat dan doa bersama lintas agama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan monitoring Pos Pengamanan (Pos PAM) Natal dan Tahun Baru di kawasan Alun-Alun Pati oleh Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada Rabu (31/12) malam, dan diakhiri dengan sarasehan di Pendopo Kabupaten bersama Bupati Pati, Sudewo.

Siagakan 1.200 Personel Gabungan

Dalam tinjauan lapangan, Wabup Risma Ardhi Chandra memastikan stabilitas keamanan daerah terkendali.

Ia menyebut, strategi pengamanan tahun ini dilakukan secara terintegrasi dengan komando pusat, melibatkan koordinasi langsung via daring dengan Menko Polhukam dan Kapolri.

“Sejak sore kami sudah apel kesiapsiagaan. Total ada sekitar 1.200 personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Dishub, dan Satpol PP yang kami sebar untuk menjamin rasa aman warga Pati malam ini,” terang Chandra.

Tiadakan Pesta Kembang Api Demi Empati

Chandra menegaskan kebijakan strategis Pemkab Pati tahun ini adalah meniadakan pesta kembang api.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai wujud sense of crisis dan empati terhadap bencana yang melanda beberapa wilayah lain di Indonesia.

“Kami sepakat tidak ada euforia berlebihan. Tidak ada pesta kembang api. Namun, esensi tahun baru tetap kami jaga melalui doa bersama dan ramah tamah. Ini bentuk solidaritas kita,” tegasnya.

Refleksi “Satu Tarikan Napas”

Sementara itu, suasana sakral menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati saat Bupati Sudewo memimpin sarasehan dan doa bersama Forkopimda. Bagi Sudewo, kegiatan ini adalah bentuk syukur atas kondusivitas Pati melewati tahun 2025.

Sudewo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum persatuan.

Ia menggunakan analogi “satu tarikan napas” untuk menggambarkan sinergi yang dibutuhkan dalam pembangunan daerah.

“Saya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk satu tarikan napas membangun Pati. Mari jaga persatuan dan keamanan demi kelancaran pembangunan di tahun 2026 agar Pati semakin berkembang,” pesan Sudewo menutup acara. (red)

Advertisement

Next Article

Sakral! Ning Ita Boyong 78 Pejabat Mojokerto Dilantik di Puncak Tidar

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.