Infodagang.com, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memilih pendekatan berbeda dalam menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026.
Alih-alih menggelar pesta pora, malam pergantian tahun di Bumi Mina Tani dilalui dengan suasana khidmat melalui pemantauan keamanan ketat dan doa bersama lintas agama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan monitoring Pos Pengamanan (Pos PAM) Natal dan Tahun Baru di kawasan Alun-Alun Pati oleh Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada Rabu (31/12) malam, dan diakhiri dengan sarasehan di Pendopo Kabupaten bersama Bupati Pati, Sudewo.
Siagakan 1.200 Personel Gabungan
Dalam tinjauan lapangan, Wabup Risma Ardhi Chandra memastikan stabilitas keamanan daerah terkendali.
Ia menyebut, strategi pengamanan tahun ini dilakukan secara terintegrasi dengan komando pusat, melibatkan koordinasi langsung via daring dengan Menko Polhukam dan Kapolri.
“Sejak sore kami sudah apel kesiapsiagaan. Total ada sekitar 1.200 personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Dishub, dan Satpol PP yang kami sebar untuk menjamin rasa aman warga Pati malam ini,” terang Chandra.
Tiadakan Pesta Kembang Api Demi Empati
Chandra menegaskan kebijakan strategis Pemkab Pati tahun ini adalah meniadakan pesta kembang api.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai wujud sense of crisis dan empati terhadap bencana yang melanda beberapa wilayah lain di Indonesia.
“Kami sepakat tidak ada euforia berlebihan. Tidak ada pesta kembang api. Namun, esensi tahun baru tetap kami jaga melalui doa bersama dan ramah tamah. Ini bentuk solidaritas kita,” tegasnya.
Refleksi “Satu Tarikan Napas”
Sementara itu, suasana sakral menyelimuti Pendopo Kabupaten Pati saat Bupati Sudewo memimpin sarasehan dan doa bersama Forkopimda. Bagi Sudewo, kegiatan ini adalah bentuk syukur atas kondusivitas Pati melewati tahun 2025.
Sudewo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum persatuan.
Ia menggunakan analogi “satu tarikan napas” untuk menggambarkan sinergi yang dibutuhkan dalam pembangunan daerah.
“Saya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk satu tarikan napas membangun Pati. Mari jaga persatuan dan keamanan demi kelancaran pembangunan di tahun 2026 agar Pati semakin berkembang,” pesan Sudewo menutup acara. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE