Keunikan Lagu Keroncong Protol: Cara Bondan Prakoso Modernisasi Budaya
0:00
--:--
Keunikan Lagu Keroncong Protol: Cara Bondan Prakoso Modernisasi Budaya
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Inspirasi

Keunikan Lagu Keroncong Protol: Cara Bondan Prakoso Modernisasi Budaya

X
Keunikan Lagu Keroncong Protol Cara Bondan Prakoso Modernisasi Budaya

Infodagang.com, JAKARTA – Di tengah gempuran tren musik modern, Bondan Prakoso pernah menghentak industri musik tanah air melalui karya fenomenalnya yang berjudul “Keroncong Protol”.

Lagu ini bukan sekadar aransemen musik biasa, melainkan sebuah pernyataan seni yang sarat akan filosofi dan keberanian untuk mendobrak pakem tradisi.

Berikut adalah ulasan mengenai keunikan dan makna mendalam di balik mahakarya “Keroncong Protol”:

1. Filosofi di Balik Nama “Protol”

Secara bahasa, “Protol” dalam bahasa Jawa berarti lepas, rontok, atau terlepas dari rangkainnya.

Bondan menggunakan istilah ini untuk menggambarkan sebuah proses dekonstruksi.

Filosofinya adalah melepaskan elemen-elemen kaku dalam musik keroncong klasik untuk kemudian dirakit kembali dengan semangat zaman baru (modernisasi).

2. Eksperimen Genre: Crossover yang Berani

Keunikan utama lagu ini terletak pada keberhasilan Bondan menyatukan dua kutub musik yang berbeda.

Ia memadukan cengkok keroncong yang mendayu dengan dentuman bass yang enerjik serta elemen musik funk, rock, dan hip-hop (bersama Fade2Black).

Ini adalah upaya konkret untuk membuktikan bahwa musik tradisional tidak harus selalu terdengar “tua”.

3. Misi Melestarikan Budaya pada Generasi Muda

Bondan memiliki keresahan bahwa musik keroncong mulai ditinggalkan oleh generasi muda karena dianggap membosankan.

Melalui “Keroncong Protol”, ia ingin menyelipkan pesan bahwa:

4. Lirik yang Sarat Makna Sosial

Tidak hanya musiknya yang unik, lirik dalam lagu ini juga mengajak pendengar untuk berani menjadi diri sendiri dan tidak takut melakukan perubahan.

Bondan seolah ingin berpesan bahwa kreativitas tidak boleh terbelenggu oleh aturan yang mematikan inovasi.

5. Penggunaan Bass sebagai “Nyawa”

Sebagai salah satu bassist terbaik Indonesia, Bondan memberikan sentuhan slap bass yang sangat dominan dalam lagu ini.

Teknik ini memberikan warna baru bagi musik keroncong yang biasanya bertempo lambat menjadi lebih dinamis dan “bertenaga”.

“Keroncong Protol adalah jembatan. Jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang penuh kemungkinan.”

Hingga saat ini, “Keroncong Protol” tetap menjadi referensi penting bagi para musisi Indonesia dalam melakukan eksplorasi musik etnik.

Bondan Prakoso berhasil membuktikan bahwa dengan kreativitas yang tepat, musik tradisional bisa tampil sangat keren di panggung global. (red)

Advertisement

Next Article

Keroncong Protol: Saat Musik Tradisi Mendobrak Gengsi Modern

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.