Infodagang.com, PATI – Musibah yang dialami Ketitang Wetan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Pada Selasa, 28 Oktober, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, atas arahan Presiden, mengutus Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD), Agus Riyanto, untuk langsung berdialog dengan warga.
Pertemuan hangat di Balai Desa menjadi momen bagi warga untuk menyampaikan harapan dan keresahan mereka. Warga tidak meminta bantuan logistik semata, melainkan mengajukan dua tuntutan utama untuk solusi permanen:
- Pembangunan Tanggul Permanen: Sebagai benteng perlindungan jangka panjang bagi kehidupan mereka.
- Normalisasi Sungai Kaligedong: Untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai pembagi aliran air dan mengurangi beban Kaliombo.
Komitmen BNPB: Penanganan Jangka Pendek hingga Jangka Panjang
Menanggapi aspirasi tersebut, Direktur DSDD Agus Riyanto menegaskan komitmen BNPB, bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Pati, untuk mengupayakan solusi komprehensif:
| Fase Penanganan | Fokus Utama | Detail Upaya yang Dilakukan |
| Jangka Pendek | Pemulihan Darurat dan Kebutuhan Dasar | * Pemenuhan kebutuhan logistik dan dasar warga. * Perbaikan dan penguatan tanggul sementara secara bertahap oleh BBWS Serang, Lusi, dan Juana. * Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memastikan cuaca cerah di wilayah terdampak dan hulu sungai, agar perbaikan tanggul dapat dilakukan dengan optimal. |
| Jangka Menengah | Mitigasi Struktural dan Non-Struktural | * Mitigasi Struktural: Penguatan tanggul secara permanen dan normalisasi Sungai Kaligedong. * Mitigasi Non-Struktural: Penguatan kapasitas masyarakat melalui Program Desa Tangguh Bencana (Destana). |
| Jangka Panjang | Mitigasi Berbasis Ekologi | * Pemulihan Hulu Sungai: Mengembalikan fungsi kawasan hulu Pegunungan Kapur Utara sebagai daerah resapan air (reboisasi/penghijauan) yang terancam akibat alih fungsi lahan dan eksplorasi liar. * Sinergi lintas kementerian/lembaga dan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan hulu. |
Di akhir pertemuan, BNPB menyerahkan bantuan logistik (selimut, beras, hygiene kit, kebutuhan bayi/balita, dan sembako) kepada warga sebagai dukungan dalam masa pemulihan.
Kejadian di Ketitang Wetan menjadi pengingat bahwa penanganan bencana membutuhkan langkah berkelanjutan dan sinergi total.
BNPB menekankan bahwa solusi permanen, mulai dari penanganan tanggul, normalisasi sungai, hingga pemulihan lingkungan hulu, adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana di masa depan dan membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. (red)




Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE