Infodagang.com, JAKARTA – Sentimen optimisme nan kencang dilemparkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang secara tegas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus level rekor 9.000 pada penutupan tahun 2025.
Dalam gelaran ‘Sarasehan 100 Ekonom Indonesia’, Purbaya bahkan memberikan proyeksi jangka panjang yang jauh lebih ambisius.
“Akhir tahun ini (IHSG) berapa? 9.000. 10 tahun ke depan berapa? 32.000,” ungkapnya, seperti dikutip dari Antara.
Analisis Historis Jadi Bullish Catalyst
Proyeksi Menkeu ini bukan sekadar ‘tebak-tebak manggis’ atau spekulasi liar. Purbaya mengklaim bahwa angkanya didasarkan pada tren historis pergerakan pasar saham Indonesia selama 25 tahun terakhir.
Menurutnya, indeks memiliki kecenderungan untuk tumbuh empat hingga lima kali lipat dalam satu siklus bisnis penuh.
“Itu hitungan ekonomi yang ada persamaan matematikanya. Saya bukan bertapa,“ tegasnya, meyakini bahwa pola perilaku sistem pasar ini akan tetap konsisten.
Menkeu menilai optimisme ini diperkuat oleh performa current market IHSG yang masih bertahan di level 8.000, kontras dengan berbagai prediksi crash sebelumnya.
Ia mengakui, investor secara aktif mencermati sinyal kebijakan fiskal dan moneter yang dikeluarkan pemerintah—termasuk statement darinya—sebagai fundamental dalam menyusun portofolio equity mereka.
“Indeks to the moon, saya bilang. Itu menciptakan optimisme juga,” pungkasnya, menunjukkan upaya berkelanjutan pemerintah dalam menanamkan confidence di kalangan pelaku pasar.
Kinerja Harian: Koreksi Tipis di Tengah Sentimen Global dan Domestik
Meskipun sentimen jangka panjang bullish, kinerja pasar pada perdagangan Selasa (28/10) mencatatkan koreksi minor. IHSG ditutup melemah 24,52 poin atau 0,30% ke posisi 8.092,63. Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut tergerus 0,23% ke level 822,61.
Pergerakan indeks sempat menguat di pembukaan, namun gagal mempertahankan momentum dan betah di zona merah sepanjang sesi kedua, menandakan aksi profit taking yang dominan.
Sektor Kunci dan Pemicu Pelemahan
Secara sektoral, hanya empat sektor yang mampu mencetak gain positif. Sektor Properti menjadi top performer dengan kenaikan impresif 3,28%, diikuti oleh Kesehatan (+2,65%) dan Teknologi (+1,65%).
Sebaliknya, tujuh sektor membukukan pelemahan. Sektor Industri mencatat koreksi terdalam sebesar 1,00%, disusul oleh Barang Konsumen Primer (-0,89%) dan Keuangan (-0,69%), menekan saham-saham big caps di sektor perbankan.
Sentimen yang membebani kinerja harian ini bersumber dari eksternal dan domestik:
- Eksternal: Pasar masih dalam mode wait-and-see, mencermati hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan PM Jepang Sanae Takaichi, yang berpotensi mempengaruhi geopolitik dan arus modal global.
- Domestik: Koreksi harga komoditas emas memicu kelanjutan profit taking pada saham-saham yang berbasis komoditas emas. Selain itu, pelemahan pada sejumlah saham blue chips dengan kapitalisasi pasar besar dan koreksi berlanjut pada saham-saham konglomerasi turut menjadi headwind bagi pergerakan indeks.







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE