Infodagang.com, WASHINGTON D.C. — Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memberikan sinyal kuat bahwa era kenaikan suku bunga telah berakhir.
Dalam pertemuan terbaru, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 3,5% – 3,75%.
Keputusan ini diambil melalui voting dengan hasil 10–2, di mana mayoritas anggota sepakat mempertahankan suku bunga, sementara dua anggota lainnya mengusulkan pemangkasan.
Tidak ada satu pun anggota yang mendorong kenaikan lebih lanjut.
“Kenaikan suku bunga bukan skenario dasar siapa pun saat ini,” tegas Powell, menandakan bahwa pengetatan moneter telah mencapai puncaknya.
Inflasi dan Dampak Tarif
Meskipun inflasi masih berada di atas target, Powell menggarisbawahi bahwa tekanan harga saat ini mayoritas dipicu oleh faktor tarif, bukan permintaan riil (demand).
-
Core PCE: Jika efek tarif diabaikan, inflasi inti hanya berada sedikit di atas 2%.
-
Proyeksi: Inflasi akibat tarif diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan 2026 sebelum akhirnya melandai.
Kondisi Ekonomi dan Pasar Tenaga Kerja
The Fed menilai ekonomi AS kembali menunjukkan kekuatan yang melampaui perkiraan awal dengan angka pengangguran yang mulai stabil.
Dengan kondisi kebijakan saat ini yang dianggap sudah “cukup ketat”, arah kebijakan kini bergeser dari “apakah perlu naik lagi?” menjadi “berapa lama suku bunga ditahan sebelum mulai dipangkas?”.
Harga Emas Meroket dan Defisit Anggaran
Salah satu poin yang memicu reaksi pasar adalah pernyataan Powell mengenai defisit anggaran AS yang dianggap tidak berkelanjutan.
Hal ini langsung mendorong harga Emas (GOLD) mencetak rekor sejarah baru di level $5.600.
Di sisi lain, Powell menegaskan bahwa independensi The Fed tetap terjaga dan setiap keputusan ke depan akan diambil berdasarkan data dari pertemuan ke pertemuan (meeting by meeting).
Poin Utama Kebijakan The Fed Saat Ini:
-
Suku Bunga: Berada di level mendekati netral; kenaikan berikutnya tidak lagi realistis.
-
Dolar AS: Investor asing terpantau masih bertahan di aset dolar tanpa ada aksi keluar agresif.
-
Risiko Utama: Tarif menjadi variabel utama yang dipantau; jika efek tarif mereda, ruang pelonggaran moneter akan terbuka lebar.
-
Government Shutdown: Dianggap sebagai gangguan sementara yang akan pulih pada kuartal ini.
Kesimpulan Bagi Investor: Sistem moneter AS kini resmi bergeser dari fase pengetatan agresif ke fase stabilisasi. Langkah berikutnya yang dinantikan pasar bukan lagi kenaikan, melainkan kapan pemangkasan suku bunga pertama akan dimulai. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE