Infodagang.com, BOJONEGORO – Angin segar bagi penguatan ekonomi kerakyatan di desa mulai berhembus kencang.
Dalam audiensi yang berlangsung di DPRD Bojonegoro, Komisi B menerima Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang membawa desakan reformasi total terkait permodalan dan hak distribusi komoditas publik.
Pertemuan ini menjadi momentum kritis KDKMP untuk meminta intervensi legislatif agar koperasi desa tidak lagi sekadar simbol, melainkan motor penggerak ekonomi riil.
Desak Bunga Kredit Rendah dan Dana CSR untuk Koperasi
Dalam sesi aspirasi, KDKMP menyoroti dua pilar utama: permodalan dan kebijakan bunga bank.
Mereka mendesak dukungan pendanaan melalui alokasi dana CSR dari perusahaan daerah dan swasta, serta usulan penyertaan modal APBD untuk mengakselerasi kemandirian.
Poin yang paling krusial adalah tingginya bunga kredit produktif di perbankan. KDKMP secara tegas meminta lembaga keuangan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menurunkan bunga kredit produktif menjadi 3–4 persen.




Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE