Infodagang.com, KUDUS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kudus mengusung misi ganda: meningkatkan asupan nutrisi harian sekaligus menjadi sarana edukasi kuliner bagi para pelajar di Kabupaten Kudus.
Inisiatif ini secara efektif memadukan pemenuhan gizi dengan pengenalan kekayaan masakan Nusantara dalam sebuah format yang menarik.
Beroperasi dari pusatnya di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, program ini telah memasuki pekan kedua pelaksanaannya.
Setiap hari, dapur SPPG secara konsisten mendistribusikan 3.837 porsi makanan ke 10 sekolah yang telah ditunjuk.
Distribusi tersebut terbagi ke dalam dua ukuran, yakni 556 porsi kecil dan 3.281 porsi besar, untuk memastikan cakupan yang memadai bagi para siswa.
Sebagai bagian dari komitmen pengenalan budaya, menu Nusantara dihadirkan secara bergilir setiap pekannya. Kali ini, para siswa disuguhi Rawon khas Ponorogo, Jawa Timur.
Hidangan berkuah hitam legam yang kaya akan bumbu kluwek ini disambut antusias, menjadi pengalaman perdana bagi banyak pelajar.
Kepala SPPG Polres Kudus, M. Rafi’ Projo Al Jito, menyatakan bahwa rotasi menu ini adalah strategi yang disengaja.
“Setelah Soto Kudus dan beberapa menu lain, hari ini kami kenalkan Rawon Ponorogo. Minggu depan ada menu Nusantara lain yang siap dikenalkan ke anak-anak,” ujarnya, menegaskan tujuan program untuk menjaga minat anak sembari memperluas wawasan kuliner mereka.
Kualitas dan keamanan pangan menjadi pilar utama dalam program ini. Projo menekankan bahwa daging sapi yang menjadi bahan utama rawon memiliki kandungan protein tinggi yang krusial untuk masa pertumbuhan anak.
Ia juga menjamin bahwa seluruh alur persiapan, mulai dari pengecekan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi, dijalankan di bawah pengawasan ketat tim kesehatan dan relawan untuk memastikan standar higienitas tertinggi terpenuhi.
Program ini menuai sambutan hangat dari para siswa selaku penerima manfaat. Seorang pelajar bernama Renza mengaku senang berkesempatan mencoba menu baru yang belum pernah ia cicipi.
Di sisi lain, Hikmatul, pelajar lainnya, merasakan dampak praktis dari program ini.
“Enak dan gratis. Sudah beberapa kali dapat. Lumayan banget buat hemat uang saku,” katanya, menyoroti bagaimana program tersebut turut meringankan pengeluaran hariannya. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE