Kemenag Bekali Pengelola Usaha Pesantren dengan Strategi Digital Marketing di Riau
0:00
--:--
Kemenag Bekali Pengelola Usaha Pesantren dengan Strategi Digital Marketing di Riau
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Kemenag Bekali Pengelola Usaha Pesantren dengan Strategi Digital Marketing di Riau

X
Tingkatkan Kemandirian, Kemenag Perkuat Kompetensi Digital Marketing Pesantren
Baca 13 detik
  • Kemenag selenggarakan workshop pemasaran digital di Riau demi tingkatkan kemandirian ekonomi pesantren.
  • Peserta dibekali strategi marketing, branding, dan penguatan IT untuk kembangkan unit usaha pesantren.
  • Workshop dorong transformasi digital, kolaborasi, dan branding kuat untuk kemajuan usaha pesantren.

Infodagang.com, RIAU – Di era digital yang semakin pesat, Kementerian Agama (Kemenag) RI terus mengukuhkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren.

Salah satu langkah strategis yang digencarkan adalah peningkatan kompetensi warga pesantren, khususnya dalam bidang pemasaran digital.

Inisiatif vital ini diwujudkan melalui Workshop Digital Marketing yang khusus ditujukan bagi pesantren penerima bantuan inkubasi bisnis.

Para pengelola unit usaha pesantren dibekali beragam keterampilan penting, mulai dari strategi pemasaran digital yang efektif, teknik peningkatan omzet, hingga cara memperluas daya saing produk pesantren di pasar online yang kompetitif.

Workshop intensif ini berlangsung selama tiga hari penuh, dari tanggal 14 hingga 16 November 2025, bertempat di Pekanbaru, Riau.

Acara ini berhasil menarik partisipasi 50 peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren, perwakilan Direktorat Pesantren, serta narasumber ahli.

Para pakar yang dihadirkan tidak main-main, mereka berasal dari Komdigi, Tim Ahli Kampung Kemandirian Pesantren, dan Bussinessfirst Consulting Jakarta, yang dipilih berdasarkan kompetensi dan relevansi tema yang mendalam.

Meningkatkan Kapasitas Digital untuk Kesejahteraan Pesantren

Mewakili Direktur Pesantren Basnang Said, Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren, Suwardi, secara tegas menyampaikan urgensi digital marketing dalam penguatan ekonomi pesantren.

“Kegiatan ini krusial untuk meningkatkan kapasitas digital para pengelola usaha pesantren. Harapannya, unit usaha mereka dapat berkembang lebih maju, memberikan manfaat kesejahteraan tidak hanya bagi pesantren, tetapi juga masyarakat sekitar,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kasubtim Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, Yuliani Marsum, menyoroti peran workshop sebagai akselerator transformasi digital di lingkungan pesantren.

“Materi yang kami sampaikan sangat komprehensif, mencakup konsep bisnis digital, strategi branding, hingga penguatan infrastruktur IT. Kami optimis seluruh pelatihan ini dapat langsung diimplementasikan dalam pengelolaan usaha masing-masing pesantren,” tegasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi strategis yang mendalam, meliputi:

1. Konsep Digital Marketing Bisnis Pesantren: Memahami dasar-dasar pemasaran di era digital.

2. Membangun Branding Digital Pesantren: Mengubah nilai spiritual menjadi nilai komersial yang menarik.

3. Transformasi Digital dan Penguatan IT: Meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren melalui teknologi.

4. Strategi Konten Kreatif: Menciptakan promosi produk pesantren yang menarik di berbagai platform digital.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang interaktif.

FGD ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran digital yang paling relevan dan efektif, mendorong peserta untuk menyusun langkah implementatif sesuai konteks lokal masing-masing pesantren.

Para narasumber juga berulang kali menekankan bahwa bantuan inkubasi bisnis hanyalah pemicu awal. Konsistensi dalam menerapkan strategi, pemanfaatan digitalisasi secara optimal, serta penguatan branding menjadi faktor kunci keberhasilan jangka panjang unit usaha pesantren.

Ekosistem dan Koneksi Nyata Antar-Pesantren

Apresiasi tinggi datang dari K.H. Zainal Abidin, peserta dari Pondok Pesantren Al Amin Dumai.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga berhasil membangun ekosistem dan koneksi nyata antar-pesantren. Kami kini lebih paham strategi digital marketing untuk memasarkan produk pesantren. Kami sangat berharap kebijakan Presiden Prabowo untuk membentuk Dirjen Pesantren dapat memperluas fokus perhatian pada pemberdayaan masyarakat pesantren secara lebih luas,” ungkapnya.

Workshop ini ditutup oleh Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, Suwardi, yang kembali menekankan pentingnya kolaborasi dan implementasi nyata.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme peserta dari Riau. Semoga materi yang telah didapatkan dapat langsung diterapkan dan mendorong kolaborasi yang kuat antar-pengelola unit usaha pesantren, demi kemajuan bersama,” pungkasnya. (red)

Advertisement

Next Article

Milad Emas IMMIM, Menag Nasaruddin Umar Apresiasi Kualitas Madrasah Meski Keterbatasan Anggaran

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.