Jurus Silent Mode Wakil Rakyat: Muntamah Tak Lagi Garang, Samsi Sekali Muncul Hemat Suara
0:00
--:--
Jurus Silent Mode Wakil Rakyat: Muntamah Tak Lagi Garang, Samsi Sekali Muncul Hemat Suara
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Jurus Silent Mode Wakil Rakyat: Muntamah Tak Lagi Garang, Samsi Sekali Muncul Hemat Suara

X
Jurus Silent Mode Wakil Rakyat Muntamah Tak Lagi Garang, Samsi Sekali Muncul Hemat Suara
Baca 10 detik
  • Anggota DPRD Samsi & Muntamah bungkam saat audiensi aktivis di Pati.
  • Muntamah (PKB) telat & diam, kontras citra vokal pembela rakyat sebelumnya.
  • Samsi (PDIP) hadir tanpa kontribusi, mengabaikan aspirasi aktivis.

Infodagang.com, PATI – Gedung DPRD Kabupaten Pati kembali menyajikan pertunjukan menarik pada Rabu (19/11/2025).

Bukan soal adu argumen yang tajam atau solusi brilian bagi rakyat, melainkan sebuah drama bisu yang diperankan dengan apik oleh dua wakil rakyat terhormat: Samsi dari Fraksi PDIP dan Muntamah dari Fraksi PKB.

Dalam audiensi bersama sejumlah aktivis yang menuntut pembebasan rekan mereka, kehadiran kedua anggota dewan ini justru memancing tanda tanya besar ketimbang memberikan jawaban.

Muntamah: Singa yang Kehilangan Auman? Sorotan utama tertuju pada Muntamah.

Politisi PKB yang dulu dikenal memiliki vokal lantang bak singa saat membela Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), kini tampil dengan persona baru: pendiam dan “sedikit” kurang disiplin waktu.

Ia hadir terlambat saat audiensi sudah bergulir. Ketika duduk di kursinya, aura garang yang dulu melekat seolah menguap begitu saja.

Tak ada pembelaan berapi-api, tak ada argumen taktis. Muntamah memilih diam seribu bahasa, seolah kehadiran fisiknya saja sudah cukup sebagai sedekah bagi para konstituen, tanpa perlu menyumbangkan buah pikiran.

Publik pun bertanya-tanya, apakah jam tangan beliau rusak, ataukah keberpihakannya yang sedang “rusak”?

Samsi: Hadir di Saat yang (Tidak) Tepat Di sisi lain meja, duduklah Samsi. Kehadirannya hari ini patut diberi apresiasi setengah hati.

Mengapa? Karena ini adalah kemajuan pesat dibandingkan saat Rapat Paripurna Hak Angket lalu, di mana sosoknya menghilang bak ditelan bumi justru saat suaranya sangat berharga untuk voting.

Namun, hadirnya Samsi hari ini tampaknya hanya sebatas raga. Sepanjang audiensi yang membahas nasib aktivis Teguh dan Supriyono Bothok, Samsi duduk manis, tenang, dan seperti rekannya Muntamah sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Tidak ada masukan, tidak ada pendapat. Ia sukses mempraktikkan art of doing nothing dengan sempurna.

Wakil Rakyat atau Penonton VIP? Pemandangan ini menjadi ironi yang menggelitik di tengah tuntutan aktivis.

Ketika rakyat membutuhkan wakil yang tak hanya pandai duduk di kursi empuk tapi juga berani bersuara, dua figur ini justru menyuguhkan aksi diam yang memukau.

Samsi yang “muncul tapi tenggelam” dan Muntamah yang “telat dan tumpul” menjadi cerminan sebuah pertanyaan besar: Apakah fungsi legislasi dan pengawasan kini cukup dijalankan dengan teknik telepati?

Bagi para aktivis yang hadir, sikap dingin keduanya seolah menegaskan bahwa dalam panggung politik Pati, keseriusan menanggapi aspirasi rakyat terkadang hanyalah gimmick musiman. Saat butuh dukungan, mereka hadir paling depan; saat ditagih solusi, mereka mendadak lupa cara berbicara. (red)

Advertisement

Next Article

Sikapi Kasus Botok dan Teguh, Ali Badrudin Dorong Perdamaian Tanpa Menabrak Aturan

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.