Infodagang.com, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan komoditas kopi lokal.
Bupati Pati, Sudewo, memastikan alokasi anggaran khusus dalam APBD Perubahan 2026 untuk pengadaan ratusan ribu bibit kopi Robusta, yang akan difokuskan di wilayah lereng Muria bagian timur.
Hal tersebut diungkapkan Sudewo saat meninjau potensi perkebunan kopi di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Jumat (2/1).
Langkah ini diambil untuk merespons tingginya permintaan pasar kopi sekaligus mengoptimalkan lahan produktif di dataran tinggi Pati.
Intervensi APBD Perubahan
Dalam skema perencanaan yang dipaparkan, Kecamatan Gembong akan menjadi prioritas utama “pilot project” peremajaan dan perluasan lahan.
“Saya sangat bangga punya kebun kopi robusta ini. Di tahun 2026, untuk Kecamatan Gembong kebutuhan bibit kopi sekitar 120 ribu pohon dan akan kami bantu melalui APBD Perubahan 2026,” janji Sudewo di hadapan para petani.
Bantuan bibit ini diharapkan dapat mendongkrak produktivitas panen raya di tahun-tahun mendatang, sekaligus memperkuat branding kopi asli Pati yang selama ini bersaing ketat dengan kopi dari wilayah tetangga.
Ekspansi ke Cluwak dan Gunungwungkal
Tidak hanya Gembong, visi “Sabuk Kopi Pati” juga akan diperluas ke kecamatan tetangga yang memiliki karakteristik tanah serupa.
Sudewo menyebutkan bahwa tim teknis saat ini sedang bergerak melakukan inventarisasi lahan dan kelompok tani di dua kecamatan lain.
“Untuk Kecamatan Cluwak dan Gunungwungkal sedang dalam pendataan,” tambahnya.
Jika pendataan rampung, kedua wilayah ini diproyeksikan akan menerima paket bantuan serupa, menjadikan tiga kecamatan tersebut sebagai segitiga emas penghasil kopi Robusta andalan Kabupaten Pati. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE