Infodagang.com, JAKARTA – Di tengah gempuran tren musik modern, Bondan Prakoso pernah menghentak industri musik tanah air melalui karya fenomenalnya yang berjudul “Keroncong Protol”.
Lagu ini bukan sekadar aransemen musik biasa, melainkan sebuah pernyataan seni yang sarat akan filosofi dan keberanian untuk mendobrak pakem tradisi.
Berikut adalah ulasan mengenai keunikan dan makna mendalam di balik mahakarya “Keroncong Protol”:
1. Filosofi di Balik Nama “Protol”
Secara bahasa, “Protol” dalam bahasa Jawa berarti lepas, rontok, atau terlepas dari rangkainnya.
Bondan menggunakan istilah ini untuk menggambarkan sebuah proses dekonstruksi.
Filosofinya adalah melepaskan elemen-elemen kaku dalam musik keroncong klasik untuk kemudian dirakit kembali dengan semangat zaman baru (modernisasi).
2. Eksperimen Genre: Crossover yang Berani
Keunikan utama lagu ini terletak pada keberhasilan Bondan menyatukan dua kutub musik yang berbeda.
Ia memadukan cengkok keroncong yang mendayu dengan dentuman bass yang enerjik serta elemen musik funk, rock, dan hip-hop (bersama Fade2Black).
Ini adalah upaya konkret untuk membuktikan bahwa musik tradisional tidak harus selalu terdengar “tua”.
3. Misi Melestarikan Budaya pada Generasi Muda
Bondan memiliki keresahan bahwa musik keroncong mulai ditinggalkan oleh generasi muda karena dianggap membosankan.
Melalui “Keroncong Protol”, ia ingin menyelipkan pesan bahwa:
-
Adaptasi adalah Kunci: Agar tetap hidup, budaya harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jiwanya.
-
Identitas Nasional: Meskipun mengusung musik modern, Bondan tetap bangga menyisipkan instrumen khas seperti cak, cuk, dan cello yang dimainkan dengan cara yang tidak biasa.
4. Lirik yang Sarat Makna Sosial
Tidak hanya musiknya yang unik, lirik dalam lagu ini juga mengajak pendengar untuk berani menjadi diri sendiri dan tidak takut melakukan perubahan.
Bondan seolah ingin berpesan bahwa kreativitas tidak boleh terbelenggu oleh aturan yang mematikan inovasi.
5. Penggunaan Bass sebagai “Nyawa”
Sebagai salah satu bassist terbaik Indonesia, Bondan memberikan sentuhan slap bass yang sangat dominan dalam lagu ini.
Teknik ini memberikan warna baru bagi musik keroncong yang biasanya bertempo lambat menjadi lebih dinamis dan “bertenaga”.
“Keroncong Protol adalah jembatan. Jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang penuh kemungkinan.”
Hingga saat ini, “Keroncong Protol” tetap menjadi referensi penting bagi para musisi Indonesia dalam melakukan eksplorasi musik etnik.
Bondan Prakoso berhasil membuktikan bahwa dengan kreativitas yang tepat, musik tradisional bisa tampil sangat keren di panggung global. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE