Plt Bupati Pati Dukung GIWANG: Solusi Wakaf Uang Atasi Kemiskinan
0:00
--:--
Plt Bupati Pati Dukung GIWANG: Solusi Wakaf Uang Atasi Kemiskinan
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Plt Bupati Pati Dukung GIWANG: Solusi Wakaf Uang Atasi Kemiskinan

X
Plt Bupati Pati Resmikan GIWANG

Infodagang.com, PATIPemerintah Kabupaten Pati resmi memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran Gerakan Investasi Wakaf Uang (GIWANG) yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati.

Inovasi ini diproyeksikan menjadi instrumen baru dalam memperkuat solidaritas sosial dan mengentaskan kemiskinan di wilayah tersebut.

​Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara langsung menghadiri prosesi penandatanganan kerja sama dan peresmian GIWANG di Aula Kantor Kemenag Pati, Jumat (30/1).

Dalam sambutannya, Chandra mengapresiasi langkah Kemenag Pati yang menjadi pionir nasional dalam transformasi sistem wakaf.

Inovasi Wakaf yang Inklusif

​Chandra menekankan bahwa GIWANG berhasil mendobrak stigma lama bahwa wakaf hanya bisa dilakukan oleh kalangan elit dengan aset tanah luas.

Melalui slogan “DRS BEJO” (Dua Ribu Saja Sebelum Kerjo), masyarakat kini bisa berkontribusi mulai dari Rp2.000 saja.

​”Kemenag Pati adalah pelopor pertama di Indonesia untuk sistem wakaf uang ini. Ini motivasi luar biasa. Kami di Pemkab Pati berencana mengadopsi langkah serupa di lingkungan dinas dan sekolah sebagai sarana edukasi bagi generasi Z dan Alpha,” ujar Chandra.

Sinergi di Tengah Masa Tanggap Darurat

​Peluncuran ini terasa kian relevan mengingat Kabupaten Pati sedang menghadapi tantangan bencana banjir yang melanda sejak awal Januari.

Plt. Bupati menyebutkan bahwa masa tanggap darurat telah diperpanjang hingga 6 Februari 2026.

Ia berharap gerakan wakaf ini dapat menjadi jembatan bantuan bagi warga terdampak.

Menekan Angka Kemiskinan

​Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaikhu, memaparkan bahwa lahirnya GIWANG didorong oleh realitas angka kemiskinan di Pati yang mencapai 9,8% atau sekitar 105 ribu jiwa.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan adalah tanggung jawab kolektif.

​”Wakaf uang bersifat berkelanjutan dan inklusif. Tidak perlu menunggu kaya atau punya tanah. Ini adalah investasi akhirat sekaligus sarana menolak bala melalui kepedulian sosial,” jelas Syaikhu.

Potensi dan Pengelolaan Profesional

​Kemenag Pati memproyeksikan potensi dana wakaf dari lingkungan internal—meliputi 921 pegawai, ribuan siswa madrasah, serta pesantren—dapat mencapai angka miliaran rupiah per tahun.

​Untuk menjamin transparansi, dana tersebut dikelola secara profesional melalui kemitraan dengan Bank Muamalat dan Baitulmaal Muamalat.

Penyalurannya akan difokuskan pada masyarakat yang masuk dalam basis data Dinas Sosial, sehingga tepat sasaran dan berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga Pati. (Red)

Advertisement

Next Article

Mahendra Siregar & Inarno Djajadi Mundur dari OJK, Pasar Modal Siaga

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.