Waspada Krisis Data! Shutdown AS Bakal Hambat Rilis GDP dan Inflasi
0:00
--:--
Waspada Krisis Data! Shutdown AS Bakal Hambat Rilis GDP dan Inflasi
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Market

Waspada Krisis Data! Shutdown AS Bakal Hambat Rilis GDP dan Inflasi

X
Shutdown AS

Infodagang.com, WASHINGTON – Amerika Serikat berada di ambang penghentian operasional pemerintah atau government shutdown.

Jika kesepakatan anggaran tidak tercapai hingga Jumat tengah malam waktu setempat, pemerintah AS secara resmi akan berhenti beroperasi mulai pukul 12:00 AM ET.

Berdasarkan data dari pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi, peluang terjadinya shutdown kini telah mencapai angka 86%. Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di pasar finansial global karena akan memicu terjadinya “Blackout Data” atau pemadaman informasi ekonomi.

Dampak Serius: Kelangkaan Data Ekonomi Utama

Salah satu dampak paling fatal dari shutdown ini adalah berhentinya aktivitas lembaga pengumpul data pemerintah.

Jika ini berlangsung lama, pasar akan kehilangan arah karena absennya indikator-indikator kunci berikut:

Laporan Tenaga Kerja (NFP): Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) akan berhenti beroperasi, sehingga laporan Non-Farm Payrolls bulanan terancam ditunda.

Data Inflasi (CPI/PPI): Tanpa petugas pengumpul data, pelaku pasar tidak akan tahu apakah inflasi sedang naik atau turun.

GDP & PCE: Biro Analisis Ekonomi (BEA) biasanya menghentikan operasi, yang berarti tidak ada pembaruan data pertumbuhan ekonomi (GDP) maupun data inflasi PCE yang menjadi acuan utama Federal Reserve.

Laporan CFTC: Laporan “Commitment of Traders” (CoT) yang menunjukkan posisi bandar besar di pasar akan berhenti dirilis.

Sektor Keuangan dan Korporasi Ikut Tercekat
​Bukan hanya data makro, sektor mikro juga akan terkena imbasnya.

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) akan menghentikan hampir seluruh aktivitasnya, kecuali penegakan hukum darurat. Hal ini berakibat pada:

​IPO dan M&A Tertunda: Perusahaan yang berencana melantai di bursa (IPO) atau melakukan merger dan akuisisi akan mengalami kebuntuan izin.

Ketidakpastian Pasar Saham: Secara historis, setiap minggu shutdown berlangsung, pertumbuhan GDP AS akan terpangkas sekitar 0,1% hingga 0,2%.

Ketidakpastian Menghantui Investor
​Semakin lama pemerintah berhenti beroperasi, semakin besar “diskon ketidakpastian” yang akan dibebankan pada harga saham.

Para analis makro memperingatkan bahwa pasar cenderung bereaksi negatif terhadap kurangnya transparansi data ekonomi.

Kondisi ini menuntut investor untuk lebih waspada sebelum berita buruk ini menjadi headline di seluruh media arus utama.

Pantau terus perkembangan politik di Washington karena dampaknya akan terasa hingga ke pasar kripto dan pasar modal global. (red)

Advertisement

Next Article

Peter Schiff: Dolar Akan Runtuh, Krisis AS Bakal Lebih Parah dari 2008

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.