Harga Emas Hari Ini Capai Rekor Baru, Emas Antam Tembus Rp 2,36 Juta per Gram!
0:00
--:--
Harga Emas Hari Ini Capai Rekor Baru, Emas Antam Tembus Rp 2,36 Juta per Gram!
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Market

Harga Emas Hari Ini Capai Rekor Baru, Emas Antam Tembus Rp 2,36 Juta per Gram!

X
Harga Emas Hari Ini Capai Rekor Baru Emas Antam Tembus Rp 236 Juta Per Gram
Baca 12 detik
  • Harga emas Antam cetak rekor tertinggi Rp 2.360.000/gram pada 15 Oktober 2024.
  • Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga naik drastis, untungkan investor.
  • Kenaikan dipicu gejolak global, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan pelemahan Dolar AS.

Infodagang.com, JAKARTAHarga emas batangan Logam Mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Rabu (15/10), kembali mencatat rekor harga tertinggi sepanjang sejarah.

Kenaikan signifikan ini terjadi seiring lonjakan harga emas di pasar global yang didorong oleh tingginya permintaan terhadap aset safe haven.

Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam untuk pecahan 1 gram per hari ini telah mencapai level fantastis Rp 2.360.000 per gram.

Angka ini merupakan kenaikan yang mencolok dibandingkan hari sebelumnya.

Harga Pembelian Kembali (Buyback) Juga Naik Drastis

Sejalan dengan harga jual, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga mengalami kenaikan tajam, berada di level Rp 2.259.000 per gram.

Kenaikan harga buyback ini tentu menjadi kabar baik bagi para investor yang ingin merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga emas.

Faktor Pendorong: Gejolak Global dan Ekspektasi The Fed

Kenaikan masif harga emas domestik tidak terlepas dari pergerakan harga emas dunia.

Di pasar spot global, harga emas melonjak ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan sempat menyentuh di atas $4.100 per troy ounce.

Analis pasar komoditas menyebutkan beberapa faktor utama di balik lonjakan ini:

  1. Ketidakpastian Global: Meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran atas perang dagang AS-Tiongkok mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai yang aman (safe haven).
  2. Ekspektasi Suku Bunga: Pasar berspekulasi tinggi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah membuat investasi non-bunga seperti emas menjadi lebih menarik.
  3. Pelemahan Dolar AS: Melemahnya mata uang Dolar AS juga secara langsung mendongkrak harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut.

Investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga emas dan mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang di tengah volatilitas pasar saat ini. (red)

Advertisement

Next Article

Di Balik Keberhasilan: Mengapa Rokok Sukun “Putih” Tetap Laris Manis di Pasaran

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.