Infodagang.com, PATI – Dalam diskursus sosial dan politik di Bumi Mina Tani, nama Sudewo kini sering dikaitkan oleh masyarakat dengan sosok legendaris kebanggaan Pati, Saridin atau yang lebih dikenal sebagai Syekh Jangkung.
Meski hidup di era yang terpaut ratusan tahun, keduanya dinilai memiliki benang merah yang sama: menjadi target fitnah yang berujung pada jeruji besi.
Dua Tokoh, Satu Garis Nasib
Persamaan ini muncul bukan tanpa alasan. Para pengamat budaya dan pendukung setia melihat adanya pola “ujian nyali” yang dialami oleh tokoh-tokoh yang dianggap vokal atau memiliki pengaruh besar di masyarakat.
Saridin (Syekh Jangkung): Dalam babad tanah Jawa, Saridin pernah dipenjara di Kudus karena tuduhan (fitnah) mencuri buah durian milik saudaranya sendiri, Branjung.
Namun, di balik jeruji besi itulah karomah dan kebenaran jati dirinya justru semakin bersinar, hingga akhirnya ia terbukti tidak bersalah.
Sudewo: Di era modern, politisi senior ini juga mengalami guncangan serupa.
Tuduhan dan “serangan” hukum yang menerpanya dianggap oleh banyak pendukung sebagai upaya pembunuhan karakter (fitnah politik) guna membendung langkahnya.
Masyarakat Pati dikenal memiliki ikatan batin yang kuat dengan filosofi “Kridane Ati”.
Sosok Saridin adalah simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dengan cara yang santun namun magis.
Ketika Sudewo menghadapi masalah hukum yang diklaim sebagai fitnah, narasi “Saridin Modern” secara otomatis terbentuk.
“Sejarah sering kali berulang. Jika dulu Saridin difitnah karena durian, sekarang tokoh publik bisa difitnah karena kebijakan. Namun, kebenaran biasanya menemukan jalannya sendiri, persis seperti air yang tidak bisa dibendung,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Kayen.
Harapan pada Kebenaran
Bagi para pengikutnya, kisah Saridin yang keluar dari penjara dengan martabat yang lebih tinggi menjadi doa bagi Sudewo.
Mereka meyakini bahwa proses hukum yang dijalani adalah kawah candradimuka yang akan membuktikan apakah tuduhan tersebut murni fakta hukum atau sekadar skenario politik untuk menjatuhkan lawan.
Hingga saat ini, publik masih terus mengawal proses yang menimpa Sudewo, sembari terus memetik hikmah dari kisah kesabaran Syekh Jangkung dalam menghadapi badai fitnah. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE