Infodagang.com, JAKARTA – Peta kepemilikan saham di sektor industri perikanan dalam negeri bersiap mengalami perubahan besar.
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) mengumumkan adanya rencana pengambilalihan saham oleh Rama Indonesia yang berpotensi menjadi pengendali baru perseroan.
Rencana Akuisisi Mayoritas
Rama Indonesia berencana mengakuisisi 59,24% saham DPUM yang saat ini masih digenggam oleh Pandawa Putra Investama.
Langkah strategis ini telah masuk dalam tahap negosiasi resmi.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, Rama Indonesia telah mengumumkan proses tersebut berdasarkan Pasal 4 ayat (1) dalam POJK Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Jika transaksi ini rampung, Rama Indonesia akan resmi memegang kendali atas arah kebijakan DPUM ke depan.
Kinerja Keuangan Kuartal III-2025
Di tengah kabar akuisisi tersebut, DPUM menunjukkan performa fundamental yang cukup solid hingga akhir September 2025.
Berdasarkan laporan keuangan interim:
Total Penjualan: Mencapai Rp850,60 miliar, tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp775,82 miliar.
Laba Bruto: Melonjak signifikan menjadi Rp36,11 miliar, naik drastis dari posisi sebelumnya yang hanya Rp11,09 miliar.
Catatan Strategis: Kontributor utama pendapatan DPUM masih didominasi oleh produk ikan ekspor yang menyumbang Rp716,88 miliar, disusul oleh penjualan udang senilai Rp87,19 miliar dan pasar ikan lokal sebesar Rp21,46 miliar.
Tantangan Efisiensi Biaya
Meski mencatatkan pertumbuhan top-line, DPUM masih menghadapi tantangan pada sisi beban operasional.
Beban pokok penjualan tercatat meningkat menjadi Rp814,49 miliar dari sebelumnya Rp764,73 miliar.
Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen baru nantinya perlu melakukan optimalisasi efisiensi di tengah fluktuasi biaya produksi.
Masuknya Rama Indonesia sebagai investor strategis diharapkan mampu membawa modal baru atau sinergi bisnis yang memperkuat struktur keuangan DPUM di masa mendatang. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE