Infodagang.com, PATI — Pemerintah Kabupaten Pati bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi mempercepat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui program cek kesehatan gratis yang tersebar di 120 titik.
Langkah masif ini diambil menyusul temuan 2.658 kasus TBC di Kabupaten Pati pada tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, meninjau langsung pelaksanaan skrining di Balai Desa Kutoharjo pada Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan pentingnya deteksi dini untuk menekan angka penularan yang berisiko tinggi menyebar di lingkungan keluarga.
Deteksi Dini di 120 Titik Lokasi
Kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan intervensi pusat di daerah dengan beban kasus tinggi.
Hal ini sejalan dengan peringatan World Health Organization (WHO) yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan beban TBC terbesar kedua di dunia.
“Target kami, sebelum akhir tahun, 120 titik lokasi di seluruh Kabupaten Pati sudah terjangkau. Masyarakat bisa dicek dan yang sakit segera diobati,” ujar dr. Benjamin.
Layanan yang disediakan meliputi:
1. Cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum.
2. Pemeriksaan foto rontgen khusus bagi keluarga pasien TBC.
3. Pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kontak erat yang belum terinfeksi.
4. Pengobatan intensif bagi pasien yang terdeteksi positif.
Intervensi Lingkungan dan Bedah Rumah
Selain aspek medis, Kemenkes juga menyoroti faktor lingkungan sebagai pemicu penyebaran bakteri.
Rumah tidak layak huni dengan ventilasi buruk menjadi sasaran perbaikan.
“Kami sedang mendata rumah yang perlu direnovasi. Saat ini di Pati sudah ada 34 rumah yang didaftarkan untuk segera diperbaiki agar memenuhi standar kesehatan,” tambah Wamenkes.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan kesiapannya untuk melakukan validasi ulang data pasien agar penanganan lebih terukur. Ia menargetkan sinkronisasi data selesai dalam waktu singkat.
“Tahun lalu tercatat 2.658 pasien. Tahun ini kita cek kembali tambahannya. Semua data akan difinalisasi dalam 10 hari ke depan,” tegas Risma.
Pendataan ini dipastikan mencakup seluruh anggota keluarga pasien sebagai langkah antisipatif memutus rantai penularan di tingkat rumah tangga.
Usai meninjau Desa Kutoharjo, rombongan Wamenkes melanjutkan perjalanan ke Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan.
Di lokasi tersebut, diserahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi penderita TBC sebagai bagian dari intervensi kesehatan terpadu antara pengobatan medis dan perbaikan sanitasi. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE