Infodagang.com, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan pentingnya adaptasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya perempuan.
Hal ini disampaikan dalam pelatihan Kekayaan Intelektual (KI) dan pemasaran digital bertajuk “Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini” di Jakarta, Rabu (22/4).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Tokopedia dan TikTok Shop untuk memperkuat ekosistem digital bagi produk lokal.
UMKM Perempuan sebagai Fondasi Ekonomi Nasional
Wamendag Roro Esti mengungkapkan bahwa UMKM memberikan kontribusi besar sebesar 61 persen terhadap PDB nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja.
Menariknya, sekitar 64,5 persen atau 37 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan.
“Pelaku usaha perempuan memegang peran kunci dalam ketahanan ekonomi nasional. Saat UMKM perempuan naik kelas, kita sedang memperkuat fondasi ekonomi Indonesia secara nyata,” tegas Roro Esti.
Inovasi Promosi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual
Menurut Wamendag, perubahan perilaku konsumen yang dinamis menuntut UMKM tidak hanya “sekadar ada” di platform daring, tetapi harus mampu mengoptimalkan fitur digital.
Ia mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan:
Konten Kreatif: Pembuatan video pendek dan live streaming.
Kolaborasi Afiliator: Memperluas jangkauan pasar secara efektif.
Kekayaan Intelektual (KI): Menjaga keberlanjutan dan orisinalitas produk.
Pemerintah juga menyediakan berbagai fasilitas seperti klinik pemasaran dan desain di Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk menjembatani pelaku usaha dengan desainer lokal.
Dukungan Platform Digital dan Testimoni Pelaku Usaha
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen mempermudah akses legalitas usaha seperti NIB dan sertifikasi halal.
“Kami terus memperkuat perlindungan KI dan mempermudah akses berusaha guna meningkatkan kepercayaan konsumen serta membantu produk lokal naik kelas,” ujar Vonny.
Manfaat pelatihan ini dirasakan langsung oleh para pengusaha. Nurkamala, pemilik Fashters, berharap strategi konten dan fitur live streaming dapat mendongkrak trafik tokonya.
Senada dengan itu, Meida Lestari dari Dapur Mami Kikas mengaku lebih percaya diri setelah memahami pentingnya perlindungan merek dan pembuatan konten video.
Ekspansi ke Pasar Global
Selain penguatan domestik, Kemendag fokus membuka akses pasar luar negeri melalui berbagai perjanjian dagang di wilayah Uni Eropa, Amerika Latin, hingga ASEAN.
Momentum seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) juga akan terus dioptimalkan untuk memacu daya beli dan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi lapangan kerja nasional. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE