Infodagang.com, PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati menggelar Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Lantai 3 Dinkes Pati, Selasa (26/5/2026).
Agenda ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transformasi sistem kesehatan primer dengan berfokus pada pelayanan preventif dan deteksi dini penyakit.
Program CKG dirancang untuk memperluas akses layanan medis dasar secara cuma-cuma bagi masyarakat Bumi Mina Tani.
Melalui koordinasi ini, Dinkes berharap komitmen dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan puskesmas semakin solid.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, S.Si.T, MM, memaparkan hasil evaluasi berkala mengenai jalannya program CKG di wilayah Pati.
Akurasi capaian lapangan dinilai krusial untuk memetakan tantangan teknis yang dihadapi petugas medis.
Di saat yang sama, Kepala Balkesmas Wilayah Pati, dr. Arry Wahyu Sasotya, turut mengulas Kebijakan dan Strategi Nasional Program CKG untuk lingkup Jawa Tengah.
Sinergi ini difokuskan untuk mencapai empat target utama:
– Peningkatan pemahaman teknis regulasi CKG bagi para pemegang kebijakan lokal.
– Penguatan koordinasi aktif antar-lintas program dan lintas sektor di kecamatan.
– Identifikasi cepat kendala lapangan guna meminimalisasi hambatan pelayanan.
– Penyusunan rencana tindak lanjut yang strategis demi mendongkrak capaian program.
Galang Dukungan Masif Lintas Sektor
Mengingat luasnya cakupan wilayah, keberhasilan Cek Kesehatan Gratis tidak bisa bertumpu pada sektor kesehatan saja. Pertemuan ini secara khusus menggalang komitmen dari berbagai elemen strategis daerah.
“Dukungan lintas sektor adalah kunci. Program ini memerlukan integrasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, hingga organisasi kemasyarakatan agar jangkauan pelayanan bisa lebih masif,” tulis perwakilan panitia dalam sasaran strategis acara.
Agenda penting ini dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat se-Kabupaten Pati, BPJS Kesehatan, serta kepala Puskesmas.
Turut hadir pula elemen organisasi profesi kesehatan, Asosiasi Klinik (Asklin), lintas program Dinkes Pati, hingga organisasi wanita seperti Persit Kartika Chandra Kirana dan Bhayangkari Kabupaten Pati.
Melalui kolaborasi masif ini, layanan preventif diharapkan mampu menaikkan derajat kesehatan masyarakat Pati secara signifikan. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE