Wali Murid SMPN 2 Pati Keberatan, Biaya Seragam Sekolah Capai Rp2 Juta
0:00
--:--
Wali Murid SMPN 2 Pati Keberatan, Biaya Seragam Sekolah Capai Rp2 Juta
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Wali Murid SMPN 2 Pati Keberatan, Biaya Seragam Sekolah Capai Rp2 Juta

X
Wali Murid SMPN 2 Pati Keberatan, Biaya Seragam Sekolah Capai Rp2 Juta
Baca 15 detik
  • - Dugaan komersialisasi seragam di SMPN 2 Pati, harga paket bahan dan atribut mencapai Rp1,5 juta.
  • - Wali murid keluhkan total biaya tembus Rp2 juta per siswa setelah ditambah ongkos jahit Rp500 ribu.
  • - Plt Kepala Sekolah bungkam, publik tunggu ketegasan Disdikbud Pati soal transparansi.

Infodagang.com, PATI — Dugaan praktik komersialisasi di lingkungan pendidikan negeri kembali mencuat di Kabupaten Pati.

Kali ini, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pati menjadi sorotan tajam terkait dugaan penjualan bahan seragam dan atribut sekolah yang dinilai sangat memberatkan wali murid.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, paket bahan kain seragam tersebut diduga dibanderol dengan harga fantastis, yakni mencapai Rp1,5 juta untuk 3 setel bahan beserta atribut pelengkapnya.

Keluhan Wali Murid: Total Biaya Tembus Rp2 Juta

​Salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa kecewa atas tingginya biaya yang harus dikeluarkan di awal tahun ajaran baru ini.

“Kami harus membayar hampir Rp1,5 juta hanya untuk menebus bahan kain dan atribut. Pihak penjual juga menyediakan opsi pembayaran secara tunai (cash) maupun transfer bank,” ujarnya pada Kamis (9/7/2026) sembari menunjukkan bukti transaksi pembayaran.

Beban wali murid ternyata tidak berhenti di situ. Angka Rp1,5 juta tersebut rupanya baru berupa bahan mentah (kain) dan belum termasuk ongkos jahit.

Rincian Estimasi Pengeluaran Wali Murid:

– Paket Bahan Kain & Atribut: ± Rp1.500.000
​- Estimasi Ongkos Jahit: ± Rp500.000
​- Total Pengeluaran Bersih: ± Rp2.000.000 per siswa

“Kalau ditotal semuanya ya hampir Rp2 juta. Jasa tukang jahit sekarang sekitar Rp500 ribu untuk tiga setel. Ini sangat memberatkan kami,” keluhnya.

Guna menjaga keberimbangan informasi, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah.

Namun, Plt Kepala SMPN 2 Pati, Abdul Muis, memilih untuk tidak memberikan respons.

Upaya klarifikasi yang dikirimkan jurnalis melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu (15/7/2026) tidak mendapatkan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Sikap bungkam dari pihak manajemen sekolah ini pun memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat terkait transparansi pengadaan seragam sekolah negeri.

Menanti Ketegasan Disdikbud Kabupaten Pati

​Praktik jual beli seragam di lingkungan sekolah negeri merupakan isu sensitif yang berpotensi menabrak regulasi pendidikan, khususnya terkait larangan pungutan liar dan komersialisasi fasilitas sekolah.

​Hingga saat ini, awak media masih terus berusaha menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati guna meminta klarifikasi resmi serta ketegasan sanksi jika terbukti ditemukan adanya pelanggaran aturan di SMPN 2 Pati. (red)

Advertisement

Next Article

BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia, Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantara

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.