Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan
0:00
--:--
Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan

X
Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan
Baca 17 detik
  • Side hustle makin diminati karyawan, ibu rumah tangga, dan lulusan baru untuk tambah penghasilan di tengah tekanan ekonomi.
  • Bisnis digital dan kuliner jadi primadona, dengan model kemitraan yang memudahkan pemula tanpa harus mulai dari nol.
  • You Need Mie tawarkan program kemitraan tanpa bagi hasil, lengkap dengan pelatihan dan pendampingan operasional.

Infodagang.com, Jakarta – Di tengah kondisi ekonomi yang masih diwarnai tantangan daya beli dan meningkatnya kebutuhan hidup, semakin banyak masyarakat mulai mencari sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Fenomena yang dikenal sebagai side hustle ini tidak lagi hanya dilakukan oleh pekerja lepas, tetapi juga karyawan, ibu rumah tangga, hingga lulusan baru yang ingin memiliki pemasukan lebih dari satu sumber.

Beragam pilihan usaha mulai diminati, mulai dari bisnis berbasis digital hingga sektor kuliner yang dinilai memiliki pasar luas karena produknya merupakan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, model kemitraan juga semakin banyak dipertimbangkan karena menawarkan sistem usaha yang telah dipersiapkan sehingga calon pelaku usaha tidak perlu membangun semuanya dari nol.

Melihat tren tersebut, You Need Mie menghadirkan program kemitraan kuliner yang dirancang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan sistem yang lebih praktis. Melalui konsep tersebut, mitra memperoleh perlengkapan usaha, bahan baku awal, pelatihan, hingga pendampingan operasional untuk membantu proses memulai bisnis.

Menurut pihak manajemen, perubahan kondisi ekonomi membuat banyak calon pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka tidak hanya mempertimbangkan besarnya modal, tetapi juga kesiapan sistem usaha yang akan dijalankan.

“Kami melihat banyak calon mitra sebenarnya memiliki keinginan untuk berwirausaha. Namun, mereka sering kali bingung harus memulai dari mana. Karena itu kami berupaya menghadirkan sistem yang dapat membantu mereka lebih siap ketika mulai menjalankan usaha,” ujar Budi Prihanto, manager marketing dan sales You Need Mie.

Selain menyediakan sistem operasional, You Need Mie menerapkan skema kemitraan tanpa pembagian hasil penjualan. Dengan konsep tersebut, seluruh hasil penjualan menjadi milik mitra, sementara perusahaan berfokus pada penyediaan sistem, branding, pelatihan, dan pendampingan.

Melalui program kemitraannya, You Need Mie berharap dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memulai usaha kuliner dengan dukungan sistem yang telah dipersiapkan, sehingga mitra dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Advertisement

Next Article

TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Berhasil Dicegah

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.