Bojonegoro Kehilangan Paru-Paru: Ratusan Pohon Ditebang Demi Proyek Infrastruktur
0:00
--:--
Bojonegoro Kehilangan Paru-Paru: Ratusan Pohon Ditebang Demi Proyek Infrastruktur
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Bojonegoro Kehilangan Paru-Paru: Ratusan Pohon Ditebang Demi Proyek Infrastruktur

X
Bojonegoro Kehilangan Paru Paru Ratusan Pohon Ditebang Demi Proyek Infrastruktur
Baca 12 detik
  • Pemkab Bojonegoro tebang ratusan pohon di jalan protokol untuk proyek infrastruktur.
  • Aksi ini picu krisis lingkungan, suhu ekstrem, kehilangan oksigen, dan Urban Heat Island.
  • Warga dan aktivis kecam penebangan, menilai reboisasi hanya formalitas tak terawat.

BOJONEGORO – Kota Bojonegoro menghadapi ancaman krisis lingkungan. Ratusan pohon rindang yang menjadi peneduh jalan protokol telah ditumbangkan secara masif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Aksi penebangan ini dilakukan atas nama proyek penataan infrastruktur, namun warga dan aktivis lingkungan menilai langkah tersebut mengorbankan keseimbangan ekologis dan mengancam peningkatan suhu ekstrem di perkotaan.

Penebangan pohon-pohon tua yang telah berdiri puluhan tahun ini menimbulkan gelombang kritik. Masyarakat mulai merasakan dampak langsungnya: udara kering, suhu meningkat, dan hilangnya keteduhan.

Kritik Tajam: Krisis Oksigen di Balik Proyek Beton

Pemkab Bojonegoro berdalih penebangan diperlukan untuk mencegah kerusakan infrastruktur akibat akar pohon, serta menghindari potensi pohon tumbang. Namun, alasan teknis ini dibantah keras oleh pemerhati lingkungan.

Heri Prasetyo, aktivis dari Bojonegoro Green Movement, menyoroti dampak ekologis yang jauh lebih besar.

“Setiap pohon besar menyerap hingga 30 kilogram karbon dioksida per tahun. Penebangan ratusan pohon berarti Bojonegoro kehilangan jutaan liter oksigen bersih. Dampaknya nyata—kota akan terasa jauh lebih panas dan kering,” tegas Heri.

Fenomena yang disebut Urban Heat Island (pulau panas perkotaan) dikhawatirkan terjadi, berpotensi menaikkan suhu rata-rata kota hingga 3–5 derajat Celsius.

Reboisasi Formalitas Dikeluhkan

Keresahan warga juga dipicu oleh minimnya upaya reboisasi yang efektif. Program penanaman pohon pengganti dinilai hanya formalitas.

“Pohon pengganti yang ditanam tampak tidak terawat dan banyak yang mati kering. Kalau menanamnya hanya formalitas tanpa perawatan, sama saja bohong,” keluh Sutrisno, seorang warga.

Hilangnya vegetasi kota terbukti ilmiah dapat mempercepat pemanasan mikro.

Data KLHK menunjukkan penurunan 10 persen tutupan pohon di perkotaan dapat meningkatkan suhu hingga 1°C.

Jika tren ini berlanjut, Bojonegoro diprediksi menghadapi krisis oksigen dan peningkatan risiko penyakit pernapasan.

Bagi warga, batang-batang pohon tumbang yang kini tersisa bukan sekadar perubahan pemandangan, melainkan hilangnya identitas Bojonegoro sebagai kota hijau yang sejuk.

“Pembangunan boleh berjalan, tapi jangan sampai menghapus nafas kota ini,” ujar seorang warga. (red)

Advertisement

Next Article

Proyek Megah Pemkab Bojonegoro Abaikan Nyawa Pekerja: K3 di Bawah Standar

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.