Infodagang.com, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memaparkan klaim capaian monumental sektor pangan dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Klaim utamanya adalah terwujudnya swasembada pangan pada tahun 2025, sebuah target ambisius yang diklaim akan mengakhiri era impor komoditas utama.
Wamentan Sudaryono menyatakan, dalam kurun waktu singkat, berbagai target di bidang pertanian berhasil diwujudkan.
“Per hari ini, satu tahun perjalanan pemerintahan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, telah banyak yang kita raih. Bahkan, dalam waktu satu tahun ini, kita sudah bisa mewujudkan swasembada,” ujar Wamentan Sudaryono.
Target Bebas Impor 2025
Sudaryono menjamin Indonesia akan nol impor untuk beberapa komoditas strategis pada tahun 2025.
- Beras: Tidak lagi impor.
- Jagung: Tidak lagi impor.
- Gula Konsumsi: Tidak lagi impor, bahkan siap untuk ekspor.
- Garam Konsumsi: Tidak lagi impor.
“Kita tidak impor beras lagi di tahun 2025 ini. Kita tidak impor jagung di tahun 2025 ini. Bahkan kita sudah bisa ekspor, tidak lagi impor gula konsumsi dan tidak lagi impor garam konsumsi sebagaimana ditargetkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. InsyaAllah bisa terwujud,” tegasnya.
Rekor Kesejahteraan Petani: NTP Tembus 124
Selain swasembada, pemerintah menyoroti peningkatan kesejahteraan petani yang dicerminkan dari Nilai Tukar Petani (NTP).
Sudaryono mengklaim NTP sektor pertanian tahun ini mencapai 124, angka yang disebutnya sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Peningkatan ini, lanjutnya, adalah hasil dari intervensi langsung pemerintah saat panen raya.
“Negara hadir untuk memastikan harga terjangkau dan sesuai. Harga yang dibeli pemerintah kepada petani harus memberikan manfaat dan kesejahteraan. Tahun ini, nilai NTP di sektor pertanian kita InsyaAllah menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 124. Belum pernah kita capai pada periode-periode sebelumnya,” ungkapnya.
Fokus pada Irigasi dan Input Pertanian
Untuk menopang capaian ini, fokus utama di sektor pertanian adalah pemastian ketersediaan input dan perbaikan infrastruktur air.
Pemerintah memastikan:
- Benih yang berkualitas.
- Pupuk yang cukup dan mudah diakses.
- Irigasi yang berfungsi optimal.
Wamentan menjanjikan perbaikan jaringan irigasi di seluruh Indonesia akan tuntas dalam lima tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Tujuannya adalah memastikan setiap tetes air dikonversi menjadi hasil panen yang nyata.
“Air harus mengalir dari sumbernya menuju tanaman, mengonversi volume air menjadi bulir-bulir padi, bulir-bulir jagung, dan hasil panenan apapun. Dengan demikian memberikan manfaat besar bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Program Lain dan Sikap Terbuka Evaluasi
Sudaryono juga menyebut berbagai program lain yang berjalan, seperti program UMKM, bansos, sekolah rakyat/unggulan, dan program makan bergizi gratis, yang dampaknya mulai dirasakan. Ia memastikan program yang sudah baik akan dilanjutkan.
Meski demikian, Wamentan menekankan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan evaluasi untuk penyempurnaan kebijakan.
“Tentu saja masih banyak PR yang harus kita selesaikan, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk kita wujudkan dan kita perbaiki. Yang kurang kita kritisi dan kita sempurnakan. Semua proses perbaikan ini terus berjalan semata-mata untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE