Wamenag Romo Syafii Kecam Video Viral Gus Elham: Tidak Pantas!
0:00
--:--
Wamenag Romo Syafii Kecam Video Viral Gus Elham: Tidak Pantas!
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Wamenag Romo Syafii Kecam Video Viral Gus Elham: Tidak Pantas!

X
Wamenag Romo Syafii Kecam Video Viral Gus Elham Tidak Pantas!

Infodagang.com, JAKARTA – Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii, angkat bicara menanggapi polemik video viral yang melibatkan Gus Elham.

Video tersebut, yang memperlihatkan Gus Elham beberapa kali mencium seorang anak perempuan, telah memicu kegaduhan dan perdebatan di ruang publik.

Dengan nada tegas, Romo Muhammad Syafii menyatakan sikapnya saat ditemui awak media di Gedung Parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!” ujar Wamenag pada Selasa, 11 November 2025. Pernyataan ini menegaskan bahwa perilaku yang terekam dalam video tersebut jauh dari etika dan norma yang diharapkan.

Romo Syafii menjelaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) memiliki komitmen kuat terhadap perlindungan anak, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.

Ia merujuk pada Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam yang menjadi pedoman utama dalam menciptakan madrasah dan pesantren ramah anak.

“Tadi juga ada disimpulkan (dalam rapat), ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak yang intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” jelas Romo Syafii.

Ia mengakui bahwa kasus-kasus semacam ini mungkin masih terjadi, namun Kemenag bertekad untuk meningkatkan pengawasan secara signifikan demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Menanggapi kemungkinan adanya tindak lanjut berupa pemanggilan atau penelusuran terhadap pihak terkait, Romo Syafii menegaskan bahwa pengawasan dan penertiban adalah bagian integral dari upaya Kemenag untuk memastikan keteladanan dalam ruang publik keagamaan.

“Tadi kan sudah kita sampaikan, pengawasan itu termasuk itu, supaya tidak terulang. Bahkan terhadap yang bersangkutan memang harus ada upaya mengembalikan kepada posisinya, jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatannya,” tandas Romo Syafii, menggarisbawahi pentingnya pembinaan dan penertiban untuk menjaga martabat dan kepercayaan publik terhadap tokoh agama serta institusi pendidikan keagamaan. (red)

Advertisement

Next Article

Cek PIP November 2025: Berikut Nominal dan Tahapannya

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.