Dukung Reza Pahlavi, Kolonel Azadeh Picu Ketegangan Internal Iran
0:00
--:--
Dukung Reza Pahlavi, Kolonel Azadeh Picu Ketegangan Internal Iran
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Isu Global

Dukung Reza Pahlavi, Kolonel Azadeh Picu Ketegangan Internal Iran

X
Dukung Reza Pahlavi, Kolonel Azadeh Picu Ketegangan Internal Iran

Infodagang.com, INTERNASIONAL – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari jantung kekuatan militer Iran.

Kolonel Angkatan Darat (Artesh), Sajad Azadeh, secara terang-terangan menyatakan sikap politiknya untuk dukung Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Iran yang kini berada di pengasingan.

Langkah ini dianggap sebagai momen langka sekaligus sangat sensitif.

Pasalnya, dukungan terhadap simbol monarki biasanya datang dari kalangan sipil atau oposisi di luar negeri, bukan dari perwira aktif militer reguler yang masih bertugas di dalam negeri.

Gerakan “Penyelamatan Iran”

Dalam pernyataannya melalui akun media sosial resmi, Kolonel Azadeh mengklaim bahwa ia tidak berdiri sendiri.

Ia mengaku mewakili puluhan ribu perwira yang tergabung dalam gerakan “Kerja Sama Nasional untuk Menyelamatkan Iran”.

Meski klaim jumlah perwira tersebut belum bisa diverifikasi secara independen, keberanian Azadeh muncul tanpa penyamaran identitas menunjukkan adanya riak ketidakpuasan yang serius di dalam tubuh militer.

Ketegangan Laten: Artesh vs IRGC

Sikap Azadeh yang memilih untuk dukung Reza Pahlavi juga menyoroti keretakan hubungan antara militer konvensional (Artesh) dan militer ideologis (IRGC).

Para analis menilai, ketidakpuasan di tubuh Artesh dipicu oleh dominasi anggaran IRGC dan ketidaksetujuan terhadap cara-cara represif dalam menangani protes sipil.

Signifikansi Politik bagi Oposisi

Dukungan kepada Reza Pahlavi memiliki beban simbolis yang berat.

Hal ini menandakan bahwa narasi perubahan di Iran kini mulai merambah ke tingkat institusional.

Sebagian elemen militer tampaknya mulai mempertimbangkan perubahan sistem pemerintahan secara menyeluruh sebagai solusi atas krisis ekonomi dan sosial yang berkepanjangan.

Hingga saat ini, komando tertinggi Artesh maupun otoritas di Teheran masih membungkam terkait pernyataan Kolonel Azadeh.

Namun, jika dukungan serupa meluas, hal ini diprediksi akan menjadi tantangan stabilitas terbesar bagi pemerintah Iran dalam beberapa dekade terakhir. (Aaf)

Advertisement

Next Article

Bantu Korban Banjir Pati, Yakusa Farm Salurkan Logistik Skala Besar

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.