Jebakan Utang Mengintai Kelas Menengah, Gaji Habis untuk Cicilan di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
0:00
--:--
Jebakan Utang Mengintai Kelas Menengah, Gaji Habis untuk Cicilan di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Ekonomi

Jebakan Utang Mengintai Kelas Menengah, Gaji Habis untuk Cicilan di Tengah Kenaikan Biaya Hidup

X
Jebakan Utang Mengintai Kelas Menengah Gaji Habis Untuk Cicilan Di Tengah Kenaikan Biaya Hidup

Infodagang.com, PATI – Fenomena terjerat utang semakin menghimpit kelompok masyarakat kelas menengah di Indonesia, di mana porsi cicilan pinjaman terhadap pendapatan mereka cenderung meningkat.

Situasi ini diperparah dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan stagnansi pertumbuhan upah, membuat posisi keuangan kelas menengah berada di titik yang rentan.

Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam rasio cicilan pinjaman terhadap pendapatan pada hampir semua kelompok pengeluaran kelas menengah.

Misalnya, untuk kelompok pengeluaran tertentu, porsi cicilan dari pendapatan mereka dilaporkan naik dari kisaran menjadi lebih dari .

Peningkatan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penghasilan bulanan kelas menengah kini tersedot habis untuk membayar kewajiban utang, meninggalkan sedikit ruang untuk tabungan atau kebutuhan non-primer lainnya.

Tekanan Ganda: Biaya Hidup Tinggi dan Tabungan Terkikis

Para ekonom menilai bahwa kondisi ini disebabkan oleh tekanan ganda.

Di satu sisi, kenaikan biaya hidup, terutama harga pangan dan berbagai iuran, terus mengikis tabungan mereka.

Di sisi lain, mereka juga terjerat dalam berbagai bentuk pinjaman, baik melalui bank, lembaga pembiayaan, atau yang semakin marak, pinjaman online (pinjol) dan skema buy now pay later (BNPL).

Salah seorang pakar perencanaan keuangan, Faqih Hilal Mukarrom, menyebutkan bahwa kelas menengah saat ini sedang “terjepit” oleh pengeluaran hidup yang semakin tinggi, yang pada akhirnya mendorong peningkatan jumlah pinjaman.

Data juga menunjukkan sinyal pelemahan daya tahan finansial kelas menengah.

Pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp 100 juta terus melambat, bahkan cenderung menurun.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa masyarakat menengah dan bawah mulai menguras simpanan mereka demi memenuhi kebutuhan sehari-hari atau membayar utang.

Ancaman Pinjaman Konsumtif dan ‘Gaya Hidup Naik Kelas’

Keterjeratan utang ini sebagian besar didorong oleh pinjaman konsumtif.

Banyak rumah tangga kelas menengah tergiur untuk mempertahankan atau menampilkan “gaya hidup naik kelas” yang sayangnya tidak diimbangi dengan kemampuan finansial riil.

Alhasil, mereka menggunakan utang untuk membiayai pembelian barang-barang non-esensial atau bahkan menutupi kekurangan biaya hidup.

Kekhawatiran juga muncul terkait maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal dan peningkatan aktivitas menggadaikan barang sebagai upaya darurat mencari dana.

Hal ini menunjukkan tingkat keputusasaan finansial yang tinggi di kalangan masyarakat kelas menengah.

Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperketat pengawasan, terutama terhadap pinjol, dan mendorong literasi keuangan untuk membantu masyarakat keluar dari jebakan utang.

Namun, solusi jangka panjang tetap membutuhkan perbaikan kondisi ekonomi makro, terutama terkait penciptaan lapangan kerja yang layak dan peningkatan upah yang seimbang dengan laju inflasi dan biaya hidup. (red)

Advertisement

Next Article

Harga Emas Hari Ini Capai Rekor Baru, Emas Antam Tembus Rp 2,36 Juta per Gram!

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.