Infodagang.com, JAKARTA – Pasar logam mulia diprediksi akan menghadapi volatilitas tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut analisis terbaru dari pakar pasar “Don”, investor emas dan perak diminta untuk waspada terhadap koreksi mendalam yang diperkirakan terjadi sebelum Mei 2026, sebelum akhirnya aset-aset ini melesat ke rekor tertinggi baru (ATH).
Proyeksi Harga: Volatilitas Hingga Mei 2026
Berdasarkan data yang dihimpun, rentang harga emas diperkirakan akan berfluktuasi lebar antara $3.700 hingga $4.700.
Sementara itu, perak diprediksi bergerak di kisaran $50 hingga $85.
Don memprediksi bahwa titik terendah (low) untuk tahun 2026 akan tercapai sebelum bulan Mei, dengan rincian target sebagai berikut:
Emas: $3.700 (toleransi +/- 5%)
Perak: $50 (toleransi +/- 5%)
Sinyal Bear Market S&P 500
Koreksi tajam pada sektor logam mulia ini diperkirakan akan bertepatan dengan puncaknya indeks S&P 500.
Analisis menunjukkan bahwa jika S&P 500 jatuh di bawah level 6.200, maka era bull market bursa saham akan berakhir dan memasuki fase bear market.
“Jangan membeli di puncak. Tunggulah koreksi mendalam yang kemungkinan besar terjadi pada bulan April, atau mungkin dimulai sejak Maret,” ujar Don dalam laporannya.
Strategi “Buy the Dip”
Setelah titik terendah tercapai, pasar diperkirakan akan melakukan rebound hanya dalam waktu empat minggu.
Begitu pantulan harga dimulai, hal itu akan menjadi sinyal jelas bahwa masa koreksi telah berakhir dan tren penguatan akan bertahan hingga sisa tahun 2026.
Bagi investor yang sudah memiliki posisi penuh, disarankan untuk bersabar.
Namun, bagi mereka yang baru ingin masuk, mengejar harga di puncak saat ini sangat berisiko.
“Mereka yang mengejar pasar saat ini berisiko terkena fenomena falling knife (pisau jatuh). Berhati-hatilah,” tambahnya. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE