Sejarah Kelam Pati Abad 17: Hancur Akibat Taktik Adu Domba VOC Belanda
0:00
--:--
Sejarah Kelam Pati Abad 17: Hancur Akibat Taktik Adu Domba VOC Belanda
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Inspirasi

Sejarah Kelam Pati Abad 17: Hancur Akibat Taktik Adu Domba VOC Belanda

X
Politik Adu Domba Pati

Infodagang.com, PATI – Sejarah mencatat bahwa kejayaan wilayah Pati pada abad ke-16 dan ke-17 tidak runtuh begitu saja karena kalah perang secara langsung.

Kehancuran Pati justru bermula dari strategi licik Devide et Impera atau politik adu domba yang dilancarkan oleh VOC (Belanda) untuk melemahkan kedaulatan penguasa lokal di Jawa.

Pola Devide et Impera: Senjata Pamungkas VOC

VOC menyadari bahwa Pati memiliki kekuatan militer dan pengaruh yang besar di pesisir utara Jawa.

Untuk menguasainya, Belanda tidak langsung menyerang secara frontal.

Mereka menggunakan taktik manipulasi dengan masuk ke dalam celah hubungan antara Kesultanan Mataram dan para adipati bawahannya, termasuk penguasa di Pati.

Konflik Kepentingan dan Intervensi Asing

Ketegangan internal sering kali menjadi pintu masuk bagi pihak kolonial.

VOC kerap memihak salah satu kubu yang sedang berselisih, memberikan bantuan militer semu, namun dengan imbalan konsesi politik dan ekonomi yang berat.

Hal ini membuat kekuatan lokal saling hancur dari dalam sebelum Belanda benar-benar mengambil alih kendali.

Isu Pajak dan Perlawanan Rakyat

Salah satu pemicu utama keretakan hubungan Pati dengan pusat kekuasaan adalah persoalan upeti atau pajak.

Sebagai wilayah yang mandiri dan aktif melakukan perlawanan, Pati sering kali merasa terbebani oleh tuntutan pajak yang ditunggangi oleh kepentingan ekonomi Belanda.

Sentimen inilah yang kemudian dibakar oleh VOC hingga memicu konflik terbuka.

Dampak Fatal bagi Kedaulatan Pati

Dampak dari keberhasilan politik adu domba ini sangat menghancurkan bagi masyarakat Pati saat itu:

Hancurnya Persatuan: Hubungan antar-pemimpin lokal menjadi penuh kecurigaan.

Melemahnya Militer: Energi yang seharusnya untuk pertahanan habis digunakan untuk perang saudara.

Instabilitas Pemerintahan: Struktur birokrasi yang goyah memudahkan VOC melakukan aneksasi wilayah secara penuh.

​Tragedi sejarah ini menjadi pengingat penting bagi generasi masa kini mengenai bahaya polarisasi dan intervensi pihak luar yang bertujuan untuk memecah belah persatuan demi kepentingan tertentu. (red)

Advertisement

Next Article

Menghitung Jumlah Kupon BBM OPD Pati yang Ditukar ke Uang Tunai

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.