Infodagang.com, PATI – Sejarah mencatat bahwa kejayaan wilayah Pati pada abad ke-16 dan ke-17 tidak runtuh begitu saja karena kalah perang secara langsung.
Kehancuran Pati justru bermula dari strategi licik Devide et Impera atau politik adu domba yang dilancarkan oleh VOC (Belanda) untuk melemahkan kedaulatan penguasa lokal di Jawa.
Pola Devide et Impera: Senjata Pamungkas VOC
VOC menyadari bahwa Pati memiliki kekuatan militer dan pengaruh yang besar di pesisir utara Jawa.
Untuk menguasainya, Belanda tidak langsung menyerang secara frontal.
Mereka menggunakan taktik manipulasi dengan masuk ke dalam celah hubungan antara Kesultanan Mataram dan para adipati bawahannya, termasuk penguasa di Pati.
Konflik Kepentingan dan Intervensi Asing
Ketegangan internal sering kali menjadi pintu masuk bagi pihak kolonial.
VOC kerap memihak salah satu kubu yang sedang berselisih, memberikan bantuan militer semu, namun dengan imbalan konsesi politik dan ekonomi yang berat.
Hal ini membuat kekuatan lokal saling hancur dari dalam sebelum Belanda benar-benar mengambil alih kendali.
Isu Pajak dan Perlawanan Rakyat
Salah satu pemicu utama keretakan hubungan Pati dengan pusat kekuasaan adalah persoalan upeti atau pajak.
Sebagai wilayah yang mandiri dan aktif melakukan perlawanan, Pati sering kali merasa terbebani oleh tuntutan pajak yang ditunggangi oleh kepentingan ekonomi Belanda.
Sentimen inilah yang kemudian dibakar oleh VOC hingga memicu konflik terbuka.
Dampak Fatal bagi Kedaulatan Pati
Dampak dari keberhasilan politik adu domba ini sangat menghancurkan bagi masyarakat Pati saat itu:
Hancurnya Persatuan: Hubungan antar-pemimpin lokal menjadi penuh kecurigaan.
Melemahnya Militer: Energi yang seharusnya untuk pertahanan habis digunakan untuk perang saudara.
Instabilitas Pemerintahan: Struktur birokrasi yang goyah memudahkan VOC melakukan aneksasi wilayah secara penuh.
Tragedi sejarah ini menjadi pengingat penting bagi generasi masa kini mengenai bahaya polarisasi dan intervensi pihak luar yang bertujuan untuk memecah belah persatuan demi kepentingan tertentu. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE