Infodagang.com, REMBANG – Kabupaten Rembang mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam tata kelola keuangan daerah di wilayah eks-Karesidenan Pati.
Berdasarkan laporan terbaru, Rembang menjadi satu-satunya kabupaten di wilayah tersebut yang berhasil mencatatkan surplus fiskal pada periode Februari 2026.
Performa Fiskal di Atas Rata-Rata
Data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan menunjukkan performa anggaran Kabupaten Rembang yang sangat impresif.
Di saat daerah lain berjuang menjaga keseimbangan neraca, Rembang mencatatkan Pendapatan Daerah sebesar Rp166,29 Miliar, dengan realisasi Belanja Daerah yang terkendali di angka Rp102,05 Miliar.
Keberhasilan ini menciptakan gap surplus yang sehat, memperkuat struktur likuiditas daerah untuk pembangunan berkelanjutan.
Kepemimpinan Strategis Bupati Harno
Pakar perencana keuangan, Mukarrom QWP, menilai bahwa tren positif ini tidak lepas dari tangan dingin Bupati Harno dalam menakhodai kebijakan ekonomi daerah.
“Sepak terjang Pak Harno memang luar biasa. Terbukti kondisi fiskal kita sangat stabil di tengah dinamika ekonomi saat ini. Ini menjadi tonggak sejarah baru agar Rembang semakin kompetitif dan maju ke depannya,” ujar Mukarrom.
Kinerja tahun ini merupakan kelanjutan dari tren positif tahun 2025, di mana Rembang berhasil membukukan surplus fiskal mencapai Rp114 Miliar.
Stabilitas ini memberikan ruang gerak (fiscal space) yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengeksekusi program-program strategis.
Rasio Utang yang Sangat Terkendali
Salah satu indikator kesehatan finansial yang paling menonjol adalah kemampuan daerah dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun panjang.
Tahun ini, Kabupaten Rembang hanya memiliki kewajiban pembayaran utang sebesar Rp6,5 Miliar.
“Jika kita bandingkan dengan total pendapatan dan surplus yang ada, posisi utang ini berada dalam kategori sangat aman. Rembang memiliki fundamental ekonomi yang kuat untuk terus tumbuh tanpa terbebani risiko likuiditas,” tambah Mukarrom.
Dengan pencapaian ini, Kabupaten Rembang tidak hanya unggul dalam angka, tetapi juga dalam efisiensi manajerial yang menjadi modal penting untuk menarik investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE