JERITAN DI DEPAN POSKO AMPB: “Bojoku Dipejara Ora Buk Urusi” Nasib Para Keluarga Korban Menggantung
0:00
--:--
JERITAN DI DEPAN POSKO AMPB: “Bojoku Dipejara Ora Buk Urusi” Nasib Para Keluarga Korban Menggantung
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

JERITAN DI DEPAN POSKO AMPB: “Bojoku Dipejara Ora Buk Urusi” Nasib Para Keluarga Korban Menggantung

X
JERITAN DI DEPAN POSKO AMPB: “Bojoku Dipejara Ora Buk Urusi” Nasib Para Keluarga Korban Menggantung
Baca 12 detik
  • Keluarga tahanan demo 13 Agustus kepung posko AMPB, desak Botok & Teguh bertanggung jawab.
  • Botok dan Teguh dituduh 'pukul lari' oleh keluarga pendemo, tidak urusi nasib tahanan.
  • Kuasa hukum tegaskan pendemo korban ajakan, tuntut Botok & Teguh upayakan pembebasan.

Infodagang.com, PATI – Situasi memanas terjadi di posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Pati pada Selasa pagi (28/10/2025).

Sejumlah keluarga korban aksi demonstrasi 13 Agustus 2025 yang kini ditahan oleh Polda Jawa Tengah mendatangi dan mengepung posko tersebut, menuntut pertanggungjawaban dari dua orang yang disebut sebagai inisiator, Botok dan Teguh.

Para keluarga menilai Botok dan Teguh telah “pukul lari” atau tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atas nasib para pendemo yang kini dipenjara.

Ketidakpuasan itu diungkapkan salah satu istri tersangka melalui secarik kertas yang dibawanya.

Tertulis pesan menyentuh: “Bojoku dipenjara ora buk urusi” (Suami saya dipenjara tidak kalian urusi/urus).

Kuasa hukum para korban, Harnawi, menegaskan bahwa kliennya adalah korban ajakan.

Ia menyebut, para tersangka yang kini mendekam di jeruji besi sebenarnya tidak memiliki niat untuk berbuat anarkis.

“Keluarga korban sebenarnya tidak ada niat sama sekali untuk melakukan anarkis, mereka ini diajak Botok dan Teguh,” ungkap Harnawi saat diwawancarai awak media di lokasi.

Mengenai dugaan tindak anarkis, Harnawi menduga hal itu terjadi akibat provokasi di lapangan, bukan inisiatif pribadi kliennya.

“Masalah anarkis itu mungkin ada hasutan karena tidak ada niat secara pribadi dari mereka,” tambahnya.

Atas nama keluarga, Harnawi menuntut Botok dan Teguh segera bertanggung jawab dan berupaya membebaskan para tersangka.

“Saya mewakili keluarga, meminta Botok dan Teguh untuk bertanggung jawab, meminta supaya membebaskan keluarga korban,” tegas Harnawi.

Ia juga menyoroti minimnya perhatian dari pihak AMPB.

“Pihak AMPB bahkan belum pernah berkunjung ke keluarga korban,” katanya.

Meskipun menuntut pertanggungjawaban, Harnawi memastikan bahwa keluarga akan tetap menghormati proses hukum.

“Kita akan tetap mengikuti sesuai prosedur hukum yang berlaku dan taat hukum,” tutupnya.

Inti tuntutan keluarga jelas: “Intinya kami menuntut saudara Botok dan Teguh untuk bertanggung jawab karena mereka yang mengajak demo tanggal 13 Agustus.” (red)

Advertisement

Next Article

Lompatan Besar: Pati Ajukan Dana Pusat Rp1,145 Triliun, Siap Bangun RSUD 8 Lantai dan 107 Ruas Jalan!

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.