Bupati Sudewo Tinjau Hulu Sungai dan Jembatan Kritis, Target Tuntas Awal 2026
0:00
--:--
Bupati Sudewo Tinjau Hulu Sungai dan Jembatan Kritis, Target Tuntas Awal 2026
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Bupati Sudewo Tinjau Hulu Sungai dan Jembatan Kritis, Target Tuntas Awal 2026

X
Bupati Sudewo Tinjau Hulu Sungai dan Jembatan Kritis, Target Tuntas Awal 2026

Infodagang.com, PATI – Bupati Pati, Sudewo, menunjukkan keseriusan dalam penanggulangan banjir dengan melakukan peninjauan langsung kondisi kritis sungai dan infrastruktur di Kecamatan Sukolilo.

Peninjauan ini berfokus pada normalisasi mandiri Sungai JU II, hulu dari Sungai Juwana (Silugonggo), dan evaluasi Jembatan Kalironggo di Desa Baturejo yang diidentifikasi sebagai titik utama penyebab luapan air.

Normalisasi Sungai JU II Dikebut DPUTR

Sungai JU II, yang melintasi beberapa desa seperti Baleadi, Baturejo, Wotan, Srikaton, hingga Talun, selama ini menjadi momok bagi warga.

Menurut Bupati Sudewo, pendangkalan dan penyempitan sungai merupakan penyebab utama bencana tahunan tersebut.

Untuk mengatasi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Pati telah mengerahkan alat berat.

“Alat berat sudah kami turunkan, saat ini sedang kami lebarkan dan kami keruk endapannya. Kalau tidak dikeruk, memang menjadi penyebab banjir. Pengerjaan sudah berjalan, meski belum tuntas sepenuhnya. Dampaknya, banjir sudah berkurang dari tahun sebelumnya,” jelas Sudewo.

Sudewo menegaskan bahwa program normalisasi ini akan terus dilanjutkan hingga tuntas, dengan harapan besar bagi masyarakat Pati: wilayah Sukolilo tidak lagi mengalami banjir besar mulai awal tahun depan.

“Kami lanjutkan pengerukan ini sampai selesai. Insya Allah mulai bulan Januari [2026] nanti tidak akan terjadi banjir yang begitu besar,” ujarnya optimis.

Perbaikan Infrastruktur: Jembatan Kalironggo Akan Ditinggikan

Selain sungai, perhatian juga diarahkan pada Jembatan Kali Ronggo di Desa Baturejo.

Jembatan ini, kata Sudewo, memiliki desain yang terlalu pendek, yang menjadi faktor krusial air meluap hingga merendam permukiman.

“Desain jembatan ini menyebabkan banjir meluap, tidak hanya di Desa Baturejo, tetapi juga di Baleadi,” ungkapnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Pati akan bertindak cepat.

“Rencananya tahun depan akan kami tangani dengan meninggikan jembatan supaya tidak menjadi penyebab banjir lagi,” terangnya, memastikan adanya perbaikan infrastruktur yang signifikan.

Konteks Penanganan Banjir Total (Sinergi Pusat-Daerah)

Upaya penanganan banjir di Pati ini merupakan bagian dari langkah sinergis antara Pemkab Pati dan Pemerintah Pusat.

Sementara Pemkab fokus pada normalisasi di tingkat hulu (Sungai JU II) dan perbaikan jembatan daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana juga terus menjalankan proyek besar Normalisasi Sungai Silugonggo (Juwana) di wilayah hilir yang menelan anggaran ratusan miliar dari APBN.

Normalisasi yang dikerjakan BBWS ini sebelumnya sempat tertunda dan ditargetkan tuntas pada tahun 2024.

Sinergi ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir tahunan secara drastis dari hulu hingga hilir.

Bupati Sudewo berharap seluruh proses penanganan, baik melalui normalisasi sungai maupun perbaikan jembatan, dapat berjalan lancar dengan dukungan dari semua pihak, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Pati demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (red)

Advertisement

Next Article

PKK Pati Intensifkan Monitoring Program di Gembong, Dorong Sinergi dan Inovasi Kader

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.