Infodagang.com, PATI – Pembangunan infrastruktur irigasi persawahan di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai dikerjakan.
Proyek vital ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang irigasi persawahan, yang disambut antusias oleh segenap pemerintah desa dan warga setempat.
Kepala Desa Tambahmulyo, Eka Kurnia Sejati, menuturkan bahwa Inpres tersebut menjadi solusi atas permasalahan pertanian di desanya.
“Pembangunan irigasi ini menjawab solusi pertanian di Desa Tambahmulyo. Ini adalah program yang sangat kami nantikan,” ujar Eka Kurnia Sejati, Kamis (7/11/2025).
Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa pembangunan jaringan irigasi ini dilaksanakan secara mandiri dan murni didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tanpa menggunakan Dana Desa maupun bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten atau provinsi.
“Pembangunan secara mandiri, tidak menggunakan Dana Desa, tidak pakai bantuan keuangan kab, propinsi. Ini murni dari APBN,” tegas Kepala Desa.
Untuk tahap awal, irigasi persawahan yang dikerjakan mencakup jarak dua kilometer lebih dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh kebutuhan irigasi pertanian di Desa Tambahmulyo terpenuhi.
“Untuk tahap awal irigasi dikerjakan 2 km lebih dan nantinya akan terus dilanjutkan untuk menyelesaikan semua irigasi pertanian yang ada di Desa Tambahmulyo,” tambah Eka.
Pemerintah desa dan seluruh warga Tambahmulyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, atas realisasi program irigasi ini.
Ucapan syukur dan semangat dari masyarakat pun terungkap.
“Maturnuwun pak Prabowo dan Pak Sudaryono, Tambahmulyo Gasspoll,” kata salah satu warga, menyambut optimisme peningkatan hasil panen berkat ketersediaan air yang lebih baik.
Inpres Nomor 2 Tahun 2025 sendiri bertujuan untuk percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi demi mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE