Kritik Gaspol Ustadz Dasad Latif, Sentil Keras Uang Haram Oknum Polisi
0:00
--:--
Kritik Gaspol Ustadz Dasad Latif, Sentil Keras Uang Haram Oknum Polisi
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Kritik Gaspol Ustadz Dasad Latif, Sentil Keras Uang Haram Oknum Polisi

X
Kritik Gaspol Ustadz Dasad Latif, Sentil Keras Uang Haram Oknum Polisi
Baca 12 detik
  • Ustadz Das'ad Latif viral ceramah kritik pungli dan uang haram di kepolisian.
  • Ceramah menyoroti praktik pungutan liar serta dampak negatif uang haram pada pribadi.
  • Kritik disampaikan di hadapan petinggi kepolisian, menekankan tanggung jawab atas jabatan.

Infodagang.com – Ustadz kondang Das’ad Latif kembali menjadi sorotan setelah sebuah video ceramahnya viral di media sosial.

Dalam ceramah yang diduga berlangsung di hadapan seorang Kapolres dan jajaran kepolisian, Ustadz Das’ad dengan gaya khasnya yang blak-blakan dan jenaka, melontarkan kritik keras mengenai praktik pungutan liar dan uang haram di tubuh kepolisian.

Di awal ceramahnya, Ustadz Das’ad secara satir meminta izin kepada Kapolres untuk “gaspol” atau mengerem kritiknya.

“Bos, tunggu dulu Pak Kapolres. Tunggu dulu, tunggu dulu, Kita bikin MOU dulu. Kesepakatan dulu. Ini saya dibolehkan gaspol atau rem-rem?,” ujar Das’ad, disambut tawa hadirin.

Sorotan Tajam Terhadap Pungli

Ustadz Das’ad kemudian menyentil perbedaan “nominal nakal” antara Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) dengan Satuan Narkoba (Sat Narkoba), meskipun bahan mentah yang diberikan tidak merinci nominal di Sat Narkoba.

“Pak, kalau Sat Lantas, nakalnya paling 100 ribu, 200 ribu. Kalau Sat Narkoba?,” katanya, mengisyaratkan negosiasi pungutan liar.

Puncak kritiknya datang saat ia memperingatkan bahaya uang haram terhadap pribadi seseorang.

“Bos, bapak dapat duit 100 juta, 200 juta tapi secara haram. Membentuk jati diri, membentuk tubuhmu itu yang membuat kamu keras hati dan keras kepala,” tegasnya.

Mengakhiri ceramah bernada kritis tersebut, Ustadz Das’ad Latif kemudian membawa pesan moral yang mendalam, mengingatkan semua pihak termasuk dirinya sendiri bahwa jabatan dan status di dunia ini hanyalah sementara.

“Kombes, sementara. Jenderal, sementara. Kapolres, polisi, polwan, ustad, tua, sementara. Muda sementara. Senang sementara. Bahkan susah sekalipun sementara. Apa yang abadi? Tanggung jawabmu waktu kau hidup,” tutupnya.

Ceramah ini mendapat apresiasi dari warganet karena keberanian Ustadz Das’ad Latif menyampaikan kritik membangun secara langsung di hadapan petinggi kepolisian, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik mengenai tanggung jawab yang melekat pada jabatan mereka. (red)

Advertisement

Next Article

1.200 Anak PAUD Pati Antusias Ikuti Peragaan Manasik Haji di Pendopo Kabupaten

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.