Infodagang.com, PATI — Kebakaran hebat melanda fasilitas milik PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) pada Sabtu pagi (6/6/2026).
Amukan si jago merah dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 06.00 WIB dan mengejutkan warga serta pekerja di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan dari beberapa saksi mata di lapangan, api pertama kali muncul dari area gudang pembekuan (cold storage).
Kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada sistem pendingin pabrik pengolahan hasil laut tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang dan manajemen perusahaan masih fokus pada pengamanan lokasi.
“Belum dapat dirinci berapa total kerugian materiil akibat insiden ini,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Pihak pemadam kebakaran juga masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.
Profil DPUM: Baru Diakuisisi dan Catat Kinerja Positif
Peristiwa kebakaran ini terjadi di tengah momentum penting korporasi.
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk merupakan perusahaan yang selama ini kerap dikaitkan kepemilikannya dengan dua tokoh publik daerah, yakni Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Namun, struktur kepemilikan perseroan baru saja mengalami perubahan besar.
Tepat satu bulan lalu, DPUM resmi diakuisisi oleh PT Rama Indonesia dengan porsi kepemilikan saham mencapai 59,24%.
Manajemen DPUM menjelaskan bahwa aksi korporasi pengambilalihan tersebut dilakukan melalui pembelian saham yang sebelumnya dimiliki oleh PT Pandawa Putra Investama.
Dari sisi kinerja keuangan, emiten berkode saham DPUM ini sebenarnya sedang menunjukkan tren pemulihan yang positif.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, DPUM berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,25 triliun sepanjang tahun 2025.
Catatan Kinerja Keuangan DPUM (2025):
Pendapatan: Rp1,25 Triliun
Rugi Bersih: Rp26 Miliar (Berhasil ditekan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp37 Miliar).
Hingga saat ini, manajemen PT Dua Putra Utama Makmur Tbk belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak operasional jangka pendek maupun kelanjutan aktivitas pabrik pasca-insiden kebakaran cold storage ini. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE