Infodagang.com – Pekan perdagangan penuh pertama di tahun 2026 dibuka dengan volatilitas tinggi di pasar komoditas, meskipun bursa saham regional Asia cenderung menunjukkan ketahanan (resilience).
Investor tengah menakar risiko sistemik menyusul langkah agresif Amerika Serikat (AS) di Venezuela, yang memicu spekulasi terhadap stabilitas pasokan energi global dan pergerakan aset safe haven.
Saham Asia: Nikkei dan Kospi Memimpin Reli
Di tengah ketegangan di Amerika Latin, indeks harga saham di kawasan Asia Pasifik justru mencatatkan performa impresif.
Indeks MSCI Asia Pasifik (ex-Japan) melesat 1,2%, menunjukkan optimisme investor terhadap fundamental ekonomi regional.
-
Nikkei 225 (Jepang): Melonjak 2,8%, mendekati level tertinggi dua bulan terakhir. Stabilisasi data manufaktur Desember menjadi katalis utama berakhirnya tren kontraksi lima bulan berturut-turut.
-
Kospi (Korea Selatan) & Taiwan: Keduanya mencetak rekor all-time high dengan kenaikan di atas 2%.
-
Hang Seng (Hong Kong): Bergerak anomali dengan kenaikan tipis 0,1%, terhambat oleh aksi jual masif pada saham sektor energi sebesar 3,1%.
Dampak Geopolitik Venezuela terhadap Komoditas
Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS dan pernyataan Donald Trump mengenai “kendali sementara” atas Venezuela menjadi fokus utama pasar.
Meski demikian, konsensus analis melihat dampak ekonomi jangka pendek masih terkendali.
Neil Shearing, Chief Economist Capital Economics, menyatakan bahwa meski konsekuensi ekonomi global langsung mungkin terbatas, “resonansi politiknya akan sangat luas dan memengaruhi premi risiko di pasar berkembang.”
Di pasar minyak, Brent Crude naik tipis 0,2% ke level US$60,87 per barel.
Safe Haven: Emas dan Dolar AS Tetap Tangguh
Ketidakpastian arah kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Trump mendorong penguatan aset lindung nilai:
| Aset | Harga/Posisi | Perubahan |
| Emas (Spot) | US$4.371,29 /oz | +1,0% |
| Indeks Dolar (DXY) | 98,55 | +0,1% (Reli 5 Hari) |
| US Treasury 10Y | 4,187% | Naik Tipis |
| Bitcoin | US$91.452,90 | +0,2% |
Vasu Menon dari OCBC Singapore mencatat bahwa sentimen “perubahan rezim” ini akan menjaga permintaan terhadap logam mulia dan dolar AS tetap tinggi dalam jangka menengah, setidaknya hingga peta politik di Caracas menjadi lebih jelas.
Strategi Investor
Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap rilis data ekonomi pekan ini, sembari memantau perkembangan di perbatasan Venezuela.
Diversifikasi ke aset defensif seperti emas tetap relevan di tengah potensi supply shock minyak mentah jika konflik meningkat.







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE