Pati Darurat Banjir: Nestapa Warga Menanti Nyali Nyata Sudewo
0:00
--:--
Pati Darurat Banjir: Nestapa Warga Menanti Nyali Nyata Sudewo
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Pati Darurat Banjir: Nestapa Warga Menanti Nyali Nyata Sudewo

X
Pati Darurat Banjir Nestapa Warga Menanti Nyali Nyata Sudewo

Infodagang.com, PATI – Di saat pemerintah daerah sibuk berfalsafah soal optimalisasi pajak dan perbaikan infrastruktur jalan, warga Kabupaten Pati justru dihantui kecemasan yang lebih purba: Banjir.

Bagi ribuan warga di Bumi Mina Tani, banjir bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan “tamu tak diundang” yang setia mengetuk pintu rumah setiap tahun.

Ironisnya, meski nakhoda pemerintahan (Bupati) silih berganti, solusi permanen untuk masalah ini seolah tenggelam dalam genangan air yang tak kunjung surut.

Masyarakat kini mulai jengah dan menilai pemerintah daerah kehilangan fokus pada masalah yang paling mendesak.

Galian C dan Hutan Gundul: Akar Masalah yang “Dipelihara”

Banjir yang semakin menggila di Pati bukan terjadi tanpa sebab.

Investigasi di lapangan dan keluhan warga merujuk pada dua faktor utama: Penebangan pohon liar dan Galian C ilegal.

“Hutan di atas sudah gundul, air tidak ada yang mengerem. Ditambah galian C yang merusak tatanan resapan. Hasilnya? Air turun semua ke bawah membawa lumpur,” ungkap salah satu warga terdampak di wilayah Juwana.

Kondisi ini diperparah dengan:

Menanti Terobosan Sudewo

Kini, harapan disematkan pada kepemimpinan Sudewo.

Warga menanti apakah di bawah kendalinya, Pati akan memiliki cetak biru (blueprint) penanganan banjir yang nyata, atau justru terjebak dalam rutinitas seremoni pemberian bantuan paket sembako saat banjir tiba tanpa ada solusi di hulu.

“Kami tidak butuh mi instan saat banjir, kami butuh air tidak masuk ke rumah kami lagi. Kami menanti terobosan Pak Sudewo,” tegas warga lainnya.

Data Histori Banjir Kabupaten Pati (5 Tahun Terakhir)

Berdasarkan rangkuman data BPBD dan pemberitaan media, berikut adalah potret sejarah kelam banjir di Pati yang cenderung meningkat secara luasan dan durasi:

Tahun Periode Terparah Wilayah Terdampak Utama Dampak/Ketinggian Air
2021 Februari Jatiroto, Sukolilo, Kayen, Gabus 43 Desa tergenang, ketinggian 30-100 cm.
2022 Juli & Desember Margoyoso, Tayu, Juwana Banjir bandang di Margoyoso (tanggul jebol), puluhan rumah hancur.
2023 Januari – Maret Gabus, Juwana, Pati Kota, Jatiroto Banjir awet hingga 3 bulan di beberapa desa; ribuan hektar sawah fuso.
2024 Maret 7 Kecamatan (Gabus, Kayen, dsb) Jalur Pantura lumpuh; ribuan warga mengungsi.
2025 Januari (Awal Tahun) Sukolilo, Kayen, Gabus Intensitas hujan tinggi, air mulai memasuki pemukiman warga.

Diawal tahun 2026, dilaporkan setidaknya ada 22 Desa terendam banjir setelah hujan berlarut-larut sejak tanggal 8-12 Januari. (red)

Advertisement

Next Article

Longsor Susulan Terjang Desa Tempur, Akses Puncak 29 Jepara Putus!

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.