Infodagang.com, PATI – Potret buram pendidikan di Kabupaten Pati kembali mencapai titik nadir.
Bangunan SD Negeri Mencon di Kecamatan Pucakwangi dilaporkan ambruk total pada Sabtu malam (11/4/2026).
Peristiwa tragis ini bukan sekadar bencana alam, melainkan puncak dari pengabaian birokrasi selama setengah dekade.
Penelusuran tim kami mengungkap fakta mengejutkan: pihak sekolah telah mengajukan renovasi selama lima tahun berturut-turut.
Namun, usulan tersebut selalu mental di meja birokrasi hingga bangunan itu benar-benar rata dengan tanah.
Kronologi Pengabaian: Lima Tahun Menanti Kepastian
Seorang narasumber internal yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan rasa frustrasinya melalui pesan singkat.
Ia menyebut kondisi gedung sudah dalam taraf “merah” atau rusak parah sejak lama.
“SD-ku ambruk tadi malam, Mas. Sudah 5 tahun mengajukan renovasi tidak pernah di-ACC, padahal kondisinya sudah parah,” tulisnya pada Minggu (12/4/2026).
Ironisnya, saat SDN Mencon terabaikan, narasumber menyebut adanya dugaan praktik nepotisme dalam penyaluran dana renovasi sekolah di wilayah sekitar.
Ia mencium aroma “orang dalam” yang membuat sekolah dengan kondisi fisik lebih baik justru mendapatkan kucuran dana lebih dulu.
Pendidikan di “Pengungsian”: Siswa Belajar di Rumah Warga
Pasca-ambruknya hampir seluruh ruangan, termasuk ruang guru, kegiatan belajar mengajar (KBM) kini lumpuh total.
Sebanyak puluhan siswa terpaksa “mengungsi” ke fasilitas ala kadar agar proses pendidikan tidak terhenti sepenuhnya.
Berikut adalah peta sebaran lokasi belajar darurat siswa SDN Mencon:
Kelas 1: Menempati ruang tamu rumah Kepala Desa.
Kelas 2: Menempati rumah perangkat desa (Bayan).
Kelas 4: Memanfaatkan Balai Desa setempat.
Mirisnya, status “mengungsi” ini sebenarnya sudah dirasakan sebagian siswa sejak setahun lalu karena beberapa ruang kelas sudah dinyatakan tidak layak huni sebelum akhirnya ambruk total akhir pekan lalu.
Paradoks Anggaran: “Harus Bencana Baru Dibantu”
Ada anomali dalam sistem penganggaran Dinas Pendidikan setempat. SDN Mencon awalnya dijadwalkan masuk urutan prioritas renovasi tahun 2026.
Namun, aturan terbaru menyebutkan bahwa anggaran tahun ini dikunci khusus untuk sekolah terdampak bencana.
“Katanya tahun ini dananya khusus yang kena bencana. Ya, alhamdulillah sekarang sudah ambruk. Katanya kalau kena bencana malah diutamakan,” pungkas narasumber dengan nada satire yang menyayat hati.
Viral dan Desakan Publik
Kini, video reruntuhan SDN Mencon telah membanjiri lini masa media sosial, terutama Facebook.
Warga dan wali murid mengecam kelambanan pemerintah daerah dalam merespons ancaman keselamatan siswa.
Masyarakat menuntut audit transparan terhadap distribusi anggaran renovasi sekolah di Kabupaten Pati.
Mereka berharap pembangunan kembali tidak lagi ditunda, karena rumah warga dan balai desa bukanlah tempat yang layak untuk mencetak generasi masa depan. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE